Workmate, platform tenaga kerja on-demand, menawarkan kemudahan bagi pekerja harian di Indonesia untuk mendapatkan pekerjaan di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk menghambat penyebaran virus corona baru (COVID-19). Workmate juga menawarkan solusi alternatif untuk UKM, dengan memberikan mereka kemampuan untuk meningkatkan jumlah tenaga kerja di saat transaksi ramai, dan menguranginya di saat sepi.
Implementasi PSBB tidak hanya memberikan dampak besar ke berbagai sektor bisnis, namun juga pada pekerja harian. Umumnya, pekerjaan mereka tidak dapat dilakukan dari rumah, dan mereka bergantung pada penghasilan harian untuk membiayai hidup.
“Seiring dengan penutupan jam operasi perusahaan guna menghentikan penyebaran COVID-19, para pekerja harian pun kehilangan pemasukan, tanpa adanya jaminan sosial, dan bahkan tabungan untuk bertahan beberapa hari ke depan,” jelas Mathew Ward, CEO Workmate, dalam pernyataan pers.
Selain itu, bisnis esensial yang melibatkan pemenuhan kebutuhan vital masyarakat, seperti industri logistik dan supermarket online, berperan penting dalam mendukung komunitas untuk tetap berada di rumah selama masa pandemi.
Bisnis dalam industri ini dapat mempertimbangkan merekrut pekerja harian lebih banyak untuk mengakomodir lonjakan permintaan yang ada.
Hal ini dapat dilakukan dengan mendistribusikan tenaga kerja secara strategis lewat platform Workmate, yang di dalamnya terdapat lebih dari 10.000 pekerja harian.
Keseluruhan proses itu dapat dilakukan secara online sehingga UKM tetap dapat mempraktikan pembatasan fisik selama proses rekrutmen berlangsung.
“Kami dapat membantu bisnis mengurangi fixed costs dan memberikan peluang kerja yang lebih besar ke para pekerja,” lanjut Mathew.
Selain menjaga kesehatan dan keamanan semua orang, kita juga perlu memastikan masyarakat bisa terpenuhi kebutuhan pangannya.
“Oleh karena itu, kami memutuskan untuk memberikan akses gratis ke platform Workmate untuk para pelaku UKM hingga 30 Juni.”
Dengan demikian, setiap UKM yang menggunakan platform Workmate dan menggunakan pembayaran kartu kredit, hanya akan dikenai biaya pembayaran tenaga kerja tanpa ada tambahan biaya untuk layanan platform.
“Ini adalah langkah kecil yang bisa kami berikan untuk membantu kedua sisi yang terkena dampak berat dari pandemi ini,” tutup Mathew.














