ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Rumah.com: “Kebangkitan Industri Properti Indonesia Tertahan Pandemi Corona”

Teguh Imam Suyudi
8 May 2020 | 17:36
rubrik: Research
Rumah.com: “Kebangkitan Industri Properti Indonesia Tertahan Pandemi Corona”

Rumah.com: “Kebangkitan Industri Properti Indonesia Tertahan Pandemi Corona”

Share on FacebookShare on Twitter

Tahun 2020 sebelumnya diharapkan menjadi tahun kebangkitan sektor properti di Indonesia. Berakhirnya tahun politik dan keluarnya sejumlah kebijakan terkait properti mendorong optimisme para stakeholder industri properti di tanah air baik pengembang maupun penjual properti, bank penyedia Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan pihak terkait lainnya.

Meski demikian, optimisme tersebut harus tertahan akibat pandemi Corona yang menyebar di seluruh dunia dan berdampak terhadap Indonesia sejak Maret lalu. Indikasi dampak pandemi terhadap pasar properti nasional tercermin lewat turunnya indeks suplai properti pada kuartal pertama 2020. Di mana secara tahunan indeks suplai properti biasanya justru mengalami kenaikan pada kuartal pertama setiap tahunnya dibandingkan kuartal keempat tahun sebelumnya.

Dalam siaran pers, 8/5, Marine Novita, Country Manager Rumah.com menyatakan bahwa optimisme akan kebangkitan industri properti tanah air yang sempat muncul di awal tahun 2020 harus tertahan adanya pandemi Corona di seluruh dunia tidak terkecuali juga di Indonesia. Pasar properti nasional sebenarnya menunjukkan sentimen positif sejak akhir 2019 lalu. Ini terlihat pada tren kenaikan harga properti yang meskipun tipis, tetapi tetap menunjukkan tren kenaikan pada kuartal keempat 2019.

“Memasuki tahun 2020, pengembang menyiapkan sejumlah strategi, pemerintah pun mengeluarkan sejumlah kebijakan, namun pandemi Corona atau Covid-19 yang merebak di akhir kuartal pertama 2020 memberikan dampak yang signifikan terhadap pasar properti. Data Rumah.com Indonesia Property Market Index Q1 2020 menunjukkan perlambatan hampir di semua wilayah Indonesia menjadi indikasi adanya dampak pandemi terhadap sektor properti,” jelas Marine.

Data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) ini memiliki akurasi yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia, karena merupakan hasil analisis dari 400.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.

BACA JUGA:  Microsoft dan LinkedIn Rilis Hasil Riset Terkait Kondisi AI di Tempat Kerja

Data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) Q1 2020 di sisi harga mencatat indeks pasar properti baik untuk rumah tapak maupun apartemen berada pada posisi 112.5 atau naik tipis 0.4% dari kuartal sebelumnya. Namun jika dibandingkan pada Q1 2019, mencatat pertumbuhan (year-on-year) sebesar 6%. Kenaikan harga properti secara nasional lebih banyak didorong oleh pertumbuhan harga rumah tapak, yang mengalami kenaikan sebesar 8% (year-on-year).

Indeks harga rumah tapak tercatat sebesar 115,7 pada Q1 2020, naik sebesar 8% secara tahunan, namun secara kuartalan relatif stagnan, naik sebesar 0,4%. Sementara itu, indeks harga apartemen tercatat pada 116,0 atau mengalami kenaikan sebesar 1% secara kuartalan namun secara tahunan turun sebesar 0,4%. Indeks ini menunjukkan bahwa indeks harga apartemen lebih rendah secara rata-rata dalam satu tahun terakhir dibanding tahun sebelumnya.

Tren pertumbuhan RIPMI-H kuartalan dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan di sejumlah wilayah penyuplai besar, seperti DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Timur. Sementara itu, Jawa Barat justru menunjukkan tren yang positif.

Indeks harga properti Q1 2020 di DKI Jakarta tercatat sebesar 110,1 atau turun sebesar 1,4% secara kuartalan. Penurunan yang lebih drastis dialami Jawa Timur, yakni sebesar 5,14% secara kuartalan, berada pada indeks 92,5. Banten berada pada indeks 107,6 atau tercatat naik tipis 0,6%. Sementara Jawa Barat sebagai salah satu provinsi penyuplai properti terbesar di Indonesia, menunjukkan tren positif. Indeks harga properti Jawa Barat berada pada angka 118,2 atau naik sebesar 3,3% (quarter-on-quarter).

Sedangkan data RIPMI di sisi suplai pada Q1 2020 menunjukkan anomali terhadap siklus properti kuartalan. Indeks suplai properti yang biasanya mengalami lonjakan secara kuartalan pada kuartal pertama setiap tahunnya, justru menunjukkan penurunan. Berada pada angka 109,0, RIPMI-S Q1 2020 ini turun sebesar 5% dibandingkan kuartal sebelumnya. Turunnya indeks suplai pada Q1 2020 menjadi indikasi sikap wait-and-see dari pengembang, salah satunya disebabkan oleh pandemi yang mulai merebak menjelang akhir Q1 2020.

BACA JUGA:  PT Pengerukan Indonesia Memberikan Bantuan Untuk Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19

RIPMI-S Q1 2020 hunian secara nasional dipengaruhi oleh daerah-daerah penyuplai hunian terbesar, yaitu DKI Jakarta (66%), Jawa Barat (12%), Banten (10%). Indeks suplai hunian DKI Jakarta pada Q1 2020 berada pada angka 117,7. Angka ini turun sebesar 4,2% secara kuartalan. Senada dengan DKI Jakarta, RIPMI-S Q1 2020 Banten sebesar 127,5 atau turun sebesar 3,3% secara kuartalan. Kendati menunjukkan kenaikan dari sisi indeks harga, Jawa Barat mengalami penurunan dari sisi suplai. Indeks suplai Jawa Barat berada pada angka 102,6 atau turun 4,5% secara kuartalan.

Secara umum berdasarkan data Rumah.com Indonesia Property Market Index Q1 2020 terjadi perlambatan hampir di semua wilayah yang menjadi indikasi dampak pandemi terhadap sektor properti sementara hunian segmen kelas menengah dan menengah bawah menunjukkan sentimen positif dari sisi penawaran.

Penggerak Sektor Properti Saat Pandemi Corona

Marine menambahkan bahwa implementasi dari relaksasi LTV untuk rumah kedua maupun kebijakan penurunan BI 7 Day RR menjadi 4.5% serta relaksasi perumahan subsidi harus disosialisasikan dan dilaksanakan dengan lebih gencar agar roda industri properti tetap berjalan di situasi yang sedang terdampak pandemi Corona seperti sekarang ini.

“Kombinasi kebijakan relaksasi LTV dan penyesuaian harga dan promo dari pengembang sesungguhnya menjadi kesempatan yang sangat bagus bagi investor untuk menambah portfolio propertinya, terutama mereka yang memiliki modal untuk investasi jangka panjang.”

“Kalangan, perbankan diharapkan bisa segera menurunkan suku bunga KPR-nya menyesuaikan dengan BI Repo Rate agar hasrat masyarakat untuk membeli rumah tetap terjaga di situasi pandemi ini,” tegas Marine.

“Pengembang disarankan mengincar kalangan investor dan pembeli rumah pertama dengan memanfaatkan penawaran harga khusus serta kemudahan pembayaran, penyesuaian strategi pemasaran dengan cara online, serta penerapan beragam kebijakan pemerintah.”

BACA JUGA:  BNI Life Klaim Saluran Digital Naik Hingga 219 Persen

“Sementara bagi konsumen, pasar saat ini sedang berada pada kondisi buyer’s market. Konsumen bisa memanfaatkan promo diskon, kemudahan pembayaran, bonus, dan lain-lain untuk mendapatkan properti dengan harga yang terjangkau.”

“Pada situasi seperti ini pengembang biasanya menawarkan begitu banyak promo, bonus, serta kemudahan lainnya, oleh karena itu pembeli disarankan untuk bernegosiasi dengan penjual agar bisa mendapatkan harga yang kompetitif. Bagi pencari properti, saat ini adalah momen now or never; kapan lagi bisa membeli properti dengan harga spesial. Begitu juga dengan investor, properti yang ditawarkan dengan harga spesial tentu memiliki peluang investasi yang lebih besar di kemudian hari, saat situasi berangsur normal,” ujar Marine.

“Halaman www.Rumah.com/covid-19 dibuat untuk membantu pengguna untuk memahami dan mengarungi proses jual beli dan sewa properti di tengah masa yang sulit ini, serta menemukan inspirasi untuk beraktivitas di rumah. Menyadari kebutuhan rumah dan minat membeli masih tinggi, RIPMI Q2 2020 juga hadir untuk menjadi referensi bagi pencari rumah. Jika dilihat dengan jeli, ada beberapa kawasan Jabodetabek yang menunjukkan harga yang relatif lebih terjangkau namun menunjukkan trend yang positif ke depan,” pungkas Marine.

Tags: Covid-19Rumah.com
Previous Post

Waspada 43 Persen Serangan Siber Sasar UKM

Next Post

Resmi, Huawei Y8s Tawarkan Dual-Camera Selfie

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BRIN Dorong Kebijakan Responsif untuk Tata Kelola AI Data Center di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Studi Akamai: Bank Jadi Target Utama Serangan Siber Finansial Global di Asia Pasifik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Acer Kenalkan Jajaran Workstation dan Komputer Desktop Veriton

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto