Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebut akan terus mengembangkan layanan di aplikasi Relawan Covid-19 Nasional (Recon). Salah satunya, ‘mesin cerdas’ yang bisa membaca foto hasil rontgen pasien.
“Sambil menunggu hasil Polymerase Chain Reaction (PCR), foto rontgen itu di-upload ke Recon melalui mesin cerdas untuk melihat hasilnya positif atau negatif,” kata Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Nizam, dalam siaran pers, Senin, 11 Mei 2020.
Pengembangan ini, kata Nizam, menjadi tantangan tersendiri bagi Tim Recon. Namun, salah seorang anggota tim Recon, Aditya Putra menyebut pihaknya akan mengupayakan tim teknologi informasi (IT) mampu membangun ‘mesin cerdas’ tersebut.
“Ini semua memang kegiatan gotong royong dari awal. Jadi akan ada kerja sama juga dengan tim IT nantinya,” ungkap Aditya.
Namun, Aditya belum bisa memastikan kapan ‘mesin cerdas’ ini akan terpasang pada Recon. Sejauh ini, Recon setidaknya sudah mampu mendampingi pasien.
“Terutama sudah disiapkan self screening untuk membaca gejala awal apa yang dirasakan,” lanjut Aditya.
Anggota Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) itu terus membaca data pengaduan yang masuk pada Recon. Hal ini guna menjaga efesiensi gerak relawan menangani pasien.
Aditya hanya menjelaskan, saat ini tengah diupayakan bagaimana seorang relawan hanya akan menangani 20 masyarakat. Menurutnya jumlah itu merupakan yang paling ideal.
“Jadi sekarang kami juga bekerja sama dengan IT untuk itu, kami sedang melihat berapa pelapor untuk menjadi masukan agar ditangani dengan baik,” lanjutnya.














