Ketika lanskap jaringan berkembang saat pandemi sedang merajalela, Keamanan dan SD-WAN jadi lebih penting dari sebelumnya, kata Chief Marketing Officer Fortinet, John Maddison dalam konferensi virtual Fortinet Accelerate 2020 untuk kawasan Asia-Pasifik, 13/5, yang diikuti redaksi It Works yang berbasis di Jakarta, Indonesia.
“Permukaan serangan digital telah meningkat pesat karena perimeter telah berubah dari bagian pusat data yang sangat sempit menjadi lintas infrastruktur,” katanya.
Sebagai informasi, SD-WAN adalah singkatan dari software-defined area wide area network atau jaringan area luas yang ditentukan perangkat lunak. SD-WAN berupa perangkat lunak manajemen khusus untuk mem-virtualisasi perangkat keras jaringan. Jadi, SD-WAN ini merupakan teknik menggunakan perangkat lunak untuk membuat wide area network lebih cerdas dan fleksibel.
Kembali ke konferensi virtual Fortinet, John Maddison mengatakan banyak perusahaan besar, istilahnya enterprise, menghadapi infrastruktur keamanan yang kompleks karena “terlalu banyak vendor, terlalu banyak titik produk, serta tidak cukup banyak orang untuk mengelola itu semua,” sehingga mustahil untuk perusahaan itu melakukan otomatisasi atau memenuhi kepatuhan (compliance).

(Foto: Teguh IS/It Works)
Pandemi yang sedang berlangsung semakin memperburuk situasi dan mengungkap berbagai tantangan yang timbul, katanya. “Dengan lingkungan saat ini, apa yang kami lihat adalah orang-orang mencoba mengambil keuntungan dari coronavirus dan Covid-19.”
Hasilnya adalah meningkatnya serangan phishing, dan “peningkatan besar” dalam ransomware ungkap Maddison.
Tambahan lagi dan terlepas dari hype-nya, tidak setiap organisasi bergerak ke cloud, ditambahkannya.
“Masih ada banyak pusat data pribadi. Faktanya, kami memiliki beberapa pelanggan finansial besar yang membangun pusat data berskala sangat besar (hyperscale),” kata Maddison. “Memang cloud sangat penting dari sudut pandang publik dan infrastruktur; ada banyak lagi aplikasi (software-as-a-service) yang digunakan, tapi kami melihat beberapa organisasi manufaktur mulai menerapkan edge compute.”

Karena itu, Maddison mengatakan keyakinan Fortinet bahwa lingkungan komputasi hibrid masih akan mendominasi lanskap dalam jangka waktu yang lama ke depan.
Perimeter yang tumbuh dan tantangan infrastruktur cloud juga memberi tekanan pada jaringan “karena jaringan menentukan kualitas layanan,” katanya.
Mirip dengan keamanan, jaringan jadi titik fokus penting bagi Fortinet karena ratusan juta pekerja ‘dipaksa’ untuk melakukan telekomunikasi (komunikasi jarak jauh) sebagai tanggapan terhadap Covid-19, Maddison menjelaskan. Hal ini menempatkan tekanan pada jaringan area luas (wide area network) yang tidak pernah dirancang untuk mendukung masuknya gelombang besar pekerja jarak jauh.
“Kami memiliki pelanggan yang berubah dari hanya 10 persen tenaga kerja mereka adalah teleworker, hingga hampir 100 persen,” kata Maddison.
Ia menambahkan bahwa sementara sebagian besar pelanggan masih menggunakan agen VPN di komputer dan perangkat seluler mereka, Fortinet juga telah melihat pengguna menempatkan perangkat keras SD-WAN di rumah mereka.
“SD-WAN bukan hanya untuk cabang,” katanya. “SD-WAN adalah teknologi dasar, yang digunakan mulai dari rumah, sampai ke cloud,” katanya.
Baca: Enam Langkah dari Fortinet Untuk Mengamankan Tenaga Kerja Jarak Jauh
Baca: Penyerang Mengambil Keuntungan Dari Hiruk-Pikuk Media Tantang Pandemi Covid-19














