Jakarta, Itech – Menteri Ristek, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek dan Dikti) Mohammad Nasir telah serah terima Jabatan dengan Menristek sebelumnya Gusti Muhammad Hatta di gedung BPPT, Selasa (21/10).
Sebagai Menteri, Nasir berharap dengan adanya perubahan ini, semua bidang di Kemenristek tetap mengutamakan team work dalam bekerja. Pasalnya, salah satu tujuan peleburan tersebut agar penelitian di Dikti bisa diterapkan secara langsung.
Dalam waktu dekat, Nasir juga akan melakukan restrukturisasi organisasi tahap pertama di Kemenristek dan Dikti terlebih dahulu. Proses peleburan itu direncanakan rampung pada akhir tahun 2014. Dengan bergabungnya, Dikti perlu ada kajian-kajian baru, namun Nasir belum menjelaskan secara lebih rinci kajian yang dimaksud. Pastinya, jangan sampai terjadi legal transaksion. “Kami berharap tidak ada resistensi dalam perubahan nomenklatur tersebut,” paparnya.
Menurut Nasir, Presiden Jokowi telah mengamanatkan bahwa semua kementrian akan menjalankan program dan kebijakan yang telah digariskan terutama penekanan bahwa pejabat adalah pelayan masyarakat dan jangan pernah berpikir untuk dilayani.”Seorang salesmen selalu berfikir bagaimana produk yang dihasilkan dapat memberikan kepuasan kepada konsumen,” katanya.
Pria kelahiran Ngawi, 27 Juni 1960 ini menambahkan pendidikan Tinggi disatukan dengan Riset dan Teknologi diharapkan hasil penelitian yang dilakukan Kemendikbud kemungkinan tidak akan terjadi overlapping atau tumpang tindih. “Kementeriannya harus menciptakan inovasi dalam mensinergikan usaha-usaha swasta maupun industri. Hal ini dalam rangka menjadikan univeristas di Indonesia memasuki kategori kelas dunia,” sambungnya.
Lebih lanjut Nasir mengemukakan remunerasi untuk peneliti di LIPI dan BPPT telah diatur oleh pemerintah. Namun, cara kerja yang benar itu bekerja terlebih dahulu setelah itu berpikir untuk pendapatan. Karena itu, para peneliti LIPI maupun BPPT untuk tidak terlalu memikirkan pendapatan terlebih dahulu. “Jadi kerjaan-kerjaan apa yang harus dilakukan baru reward-nya kita atur, ‘based on activity’. Sekarang kita tidak lagi berpikir aku harus dapat berapa, itu jangan, tapi apa yang saya berikan pada negara,” terangnya. (*)















ya pemda DKI gaji gede pns nya pada tongkrongan………., ini nasir harus mencontoh pemda dki dong, taek jg ini manusia begini jd menteri