Jakarta, Itech- Indocomtech, pameran IT terbesar se-Indonesia, secara resmi telah dibuka untuk ke-22 kalinya oleh Direktur Jendral Aplikasi dan Informatika, Bambang Heru Cahyono, di Balai Sidang, Jakarta Convention Center, (29/10).
Perhelatan yang digelar hingga 2 November bertema ‘Digital Lifestyle’ ini, diikuti oleh sekitar 300 perusahaan dari bidang telekomunikasi, komputer, software, game, dan aksesoris. Pameran yang bekerja sama dengan Yayasan Apkomindo itu yang dulu dipegang oleh PT Dyandra Promosindo, kini dikomandoi oleh PT Amara Pameran Internasional.
“Apkomindo mempunyai rasa tanggung jawab untuk menjagar agar asosiasi, industri dan juga pameran INDOCOMTECH dapat terus menjadi barometer dan perkembangan IT (dan Komputer di Tanah Air, yang bergerak sangat cepat, dinamis dan kini berada dipersimpangan jalan era Ledakan Big Data.,“ucap Rudi Rusdiah, Ketua Umum Apkomindo, saat diwawancarai wartawan usai Seminar Big Data Revolution & PC Industry Sunset? yang digelar PT Micronics Indonesia di Merak Room.
Sekedar catatan, beberapa bulan yang lalu, Rudi Rusdiah BE,MA ditugaskan oleh founders, yang juga sebagai Dewan Pembina Asosiasi (DPA) dan majoritas anggota DPA untuk memimpin DPP Apkomindo Nasional sebagai Ketua Umum (Pjs), bersama Sekretaris Ir Kunarto Mintakun, serta Bendahara Ir Henky Gunawan, sambil menunggu Keputusan Pengadilan mensahkan dan melanjutkan AD/ART MunasLub 2008 oleh para pendiri dan penyelenggaraan Munaslub Apkomindo pada 2015 oleh Para Pendiri dan DPA.
Di tempat terpisah Hidayat Tjokrodijojo, Ketua Yayasan Apkomindo mengatakan pertumbuhan teknologi, baik hardware maupun software, di Indonesia telah meningkat tajam. Para entrepreneur khususnya di bidang teknologi informasi juga meningkat. Bahkan media sosial, yang jadi bagian dari bisnis maupun aktivitas sosial, dan penjualan melalui online (online shopping) terus tumbuh. “Melihat hal tersebut kami ingin memberikan sesuatu yang berbeda di setiap tahun penyelenggaraan ini,” katanya.
Menurut Rudi, Indocomtech 2014 ini memasuki pada era konvergensi kedua, Multi Media dan Social Media, dimana ledakan data ketiga semakin masif oleh berbagai aplikasi Social Media seperti Facebook, Linked, Twitter, Whatsapps, Yahoo, Youtube, Google dll.. yang menggabungkan (Text-Data, Suara). “Ledakan data Ketiga ini membuat peta negara dunia menjadi berubah total dimana muncul institusi yang sudah setara dengan negara bahkan misalnya populasi Facebook sebesar 1.2 Miliar sudah lebih besar dari populasi negara Indonesia dan AS sekalipun. Bayangkan. India, Google, Indonesia, LinkedLn, Twitter, dst,” paparnya.
Bagaimana dengan industri PC, apakah sudah mengalami masa sunset/ surut seperti yang digambarkan oleh beberapa pakar dunia ? Ternyata tidak menurut Intel industri PC mengalami transformasi dan diversifikasi menjadi industry BackOffice/Data Center, End to End Solusi atau industry Tablet PC. Bagaimana di peta pasar di Indonesia ? Di Indonesia Penjual PC desktop memang mengalami penurunan -34% menjadi 732,000, karena diversifikasi ke penjualan PC Mobile (Notebook) sebesar 2,969,149 (-10%), PC Tablet 4,990,589 (+32%) serta PC Server(?). Penurunan ini juga disebabkan oleh konvergensi dan tekanan dari penjualan SmartPhone yang meningkat pesat sebesar 33,122, 818 (+59%). Namun apabila industry PC (Notebook, All in One, Desktop dan Tablet) seluruhnya digabungkan maka jumlahnya 8,658,463, masih meningkat ( + 6%).
“Apakah revolusi dan ledakan Big Data sudah selesai ? Ternyata belum dengan adanya era IOT (Internet of Thing) yang akan dimulai tahun depan dan dapat disaksikan pada pameran Indocomtech 2015,” ucapnya. Ledakan akibat IOT ini semakin masif dan meningkat eksponensial dari jumlah akses Internet oleh 3 Miliar gadget yang dioperasikan oleh Manusia menjadi 15 Miliar oleh gadget yang dioperasikan bukan oleh manusia tapi juga tanpa intervensi manusia, alias robot, atau dikenal sebagai peralatan M2M (Machine to Machine) dan terhubung langsung ke Internet (*)














