ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

GudangAda Hadirkan Solusi Bagi Pedagang Tradisional di Era Digital

Fauzi
12 August 2020 | 20:00
rubrik: Digital
GudangAda Hadirkan Solusi Bagi Pedagang Tradisional di Era Digital
Share on FacebookShare on Twitter

Pedagang Grosir dan Eceran FMCG (Fast Moving Consumer Goods) menjadi salah satu pelaku bisnis yang terdampak dari pandemi Covid-19. Hal itu lantaran adanya pembatasan fisik yang menimbulkan kendala terhadap rantai suplai produk-produk FMCG. Dampak ini perlu diatasi karena produk-produk FMCG termasuk di dalamnya kebutuhan bahan pokok tetap sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Menjawab kebutuhan itu, GudangAda, perusahaan startup yang bergerak di bidang aplikasi jual beli online pedagang grosir dan eceran FMCG B2B Indonesia menghadirkan solusi bagi para pedagang tradisional FMCG di era digital.

“Di masa pandemi ini, GudangAda juga hadir sebagai solusi atas kendala rantai pasok FMCG akibat pandemi Covid-19 yang membantu menjaga ketersediaan produk FMCG untuk pemenuhan produk kebutuhan masyarakat sehari-hari dan lebih lanjut membantu para pedagang terdampak karena terbatasnya suplai akibat pembatasan fisik, sehingga dengan menggunakan GudangAda bisnis mereka tetap terjaga selama pandemi,” ujar Stevensang, Founder of GudangAda.

Kelangsungan aktivitas para pedagang tradisional memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berdasarkan data Euromonitor International 2018, mayoritas masyarakat Indonesia, India, dan Filipina berbelanja di toko kelontong. Dari nilai pasar ritel senilai Rp7,5juta triliun, sebanyak Rp 6,85 juta triliun atau sekitar 92 persen diantaranya merupakan transaksi di toko kelontong.

Namun, di saat ini ada beberapa kendala yang mereka hadapi. Kendala tersebut diantaranya biaya logistik yang tinggi dan kesulitan mendapatkan barang laku tepat waktu, terutama akibat dari pandemi Covid 19 yang terjadi. Dengan demikian, penting untuk memastikan pemenuhan suplai sampai ke warung-warung sehingga masyarakat tidak kesulitan dalam mengakses barang dan tentu mencegah instabilitas harga.

Researcher at Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Ahmad Heri Firdaus mengungkapkan, “Sebaiknya para pedagang tradisional ini tetap mengambil peluang-peluang di tengah pandemi agar tetap eksis dan tidak terkena dampak lebih lanjut dari pandemi. Salah satunya, dengan memanfaatkan teknologi dan digitalisasi. Di era digital, kegiatan transaksi online menjadi hal yang tidak dapat dihindari. Cepat atau lambat digitalisasi bisnis ini pasti akan terjadi dan akan dilakukan. Maka, peran B2B e-commerce maupun marketplace menjadi penting dalam membantu para pedagang tradisional untuk dapat memanfaatkan teknologi, dimana hal ini sejalan dengan himbauan pemerintah untuk melakukan konversi ke digital di masa pandemi untuk mengatasi masalah pada rantai suplai”. Digitalisasi mampu mengatasi hambatan pada sisi supply chain sehingga kendala pelaku usaha ritel konvensional dapat lebih mudah teratasi.”

BACA JUGA:  TOP DIGITAL Awards 2019: Yogyakarta Menuju Smart Province

Lebih lanjut disampaikan oleh StevenSang, founder GudangAda bahwa tujuan didirikannya GudangAda yaitu untuk menyediakan sebuah platform dengan berbagai fitur yang dapat mendukung para pedagang tradisional FMCG untuk dapat bersaing di era digitalisasi. “Kami memiliki visi dan misi mendukung dan memberdayakan para pedagang tradisional FMCG agar dapat bertahan dan bahkan berkembang di masa pandemi ini dengan menyediakan solusi bisnis berbasis teknologi dengan prinsip Faster, Cheaper, Smarter, Bigger,” tambah Stevensang.

GudangAda sangat menyadari kendala yang dihadapi oleh para pedagang tradisional dalam digitalisasi bisnis ini, maka GudangAda juga menghadirkan solusi dengan pendekatan yang berbeda.

“Sebagai aplikasi berbasis digital, GudangAda tetap mengombinasikan penggunaan human touch dalam melakukan edukasi dan pendampingan di masa awal pengenalan agar pedagang tradisional FMCG dapat terbantu dalam mengadopsi digitalisasi. Untuk menjalankan fungsi tersebut, kami memiliki lebih dari 600 orang di tim Business Development kami yang tersebar di 500 kota lebih di Indonesia yang siap mengedukasi para pedagang,” ungkap Imelda Scherers, Sr. VP Marketing & Commercial of GudangAda.

Edukasi dan pendampingan ini menjadi hal penting, dimana ketika pedagang menjadi member GudangAda, para pedagang akan diberi pengetahuan mengenai digitalisasi bisnis sehingga mereka akan terbantu dalam memastikan ketersediaan stok tokonya, melalui transaksi yang lebih cepat dan bisa mendapatkan harga terbaik. Hingga saat ini, jumlah member GudangAda sudah mencapai lebih dari 150.000 pedagang grosir dan eceran yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Pedagang tradisional FMCG yang menggunakan aplikasi GudangAda dapat menjadi penjual dan pembeli. Pendaftaran untuk menjadi member juga sangatlah mudah. Setelah mendownload aplikasi GudangAda, maka dapat menghubungi customer service kami melalui fitur chat atau direct message di official Facebook dan Instagram GudangAda, atau mengirimkan whatsapp ke customer service kami di 0819-600-9999 untuk dibantu proses verifikasi” ujar Imelda.

BACA JUGA:  Peringatan Hari Penyiaran Nasional 1 April, Presiden Jokowi Sebut Pengelolaan Informasi Masih Jadi Tantangan

Selain itu, pedagang tradisional FMCG yang berbelanja melalui aplikasi GudangAda dapat menggunakan opsi GudangAda Logistik. Hal ini mendukung kebutuhan mitra serta mempertegas komitmen untuk mendukung physical distancing yang dicanangkan pemerintah.

Dukungan GudangAda terhadap pedagang tradisional FMCG selama pandemi Covid-19 juga dibuktikan dengan program GudangAda berbagi ratusan ribu masker kain gratis yang bertujuan melindungi para pedagang FMCG dan memutus rantai penyebaran virus. Program ini merupakan bentuk kepedulian GudangAda terhadap pedagang FMC yang setiap hari masih harus melayani dan berinteraksi dengan banyak pembeli sehingga cukup beresiko terkena paparan virus. Sejak awal pandemi hingga sekarang, GudangAda juga tidak henti-hentinya mengingatkan mereka untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, dan tetap menjaga jarak salah satunya dengan beralih ke transaksi online. (Fauzi)

Tags: GudangAda
Previous Post

Ini Jajaran Laptop yang Diperkenalkan di Acer Day 2020

Next Post

Promo Menarik di Acer Day 2020

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

Fauzi
17 September 2026 | 23:06

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

Fauzi
11 September 2026 | 22:31

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

Ahmad Churi
11 September 2026 | 22:27

MSI Group Kembali Gelar Ajang Corporate Rating TOP Digital Awards 2026

MSI Group Kembali Gelar Ajang Corporate Rating TOP Digital Awards 2026

Fauzi
10 September 2026 | 13:18

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belanja di Indomaret Kini Bisa Bayar Pakai QRIS Melalui Aplikasi DANA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sstt, Ini Varian Paket JITU 1 dari IndiHome

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pameran Global Sources Indonesia 2026 Resmi Dibuka Hari ini di JCC

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • POCO X3 NFC Resmi Dirilis, Ini Spesifikasi Lengkap dan Harganya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

Ahmad Churi
2 September 2026 | 10:17

ItWorks.id- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendorong penguatan peran fungsional sandiman dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks dan...

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Fauzi
31 July 2026 | 16:00

Oleh: Sergio Gago, Chief Technology Officer (CTO), Cloudera Di tengah lanskap teknologi yang semakin terkonsolidasi saat ini, segelintir penyedia teknologi...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto