PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang menggunakan aplikasi e-Plant untuk memastikan keandalan pabrik sehingga menekan potensi terjadinya keadaan abnormal (shutdown).
Dengan adanya e-Plant setiap karyawan yang menggunakan atau membuka website ini dapat menginformasikan atau memberikan peringatan dini jika akan terjadi shutdown atau keadaan abnormal dalam operasional pabrik.
Dashboard e-Plant tidak hanya dapat diakses melalui desktop, namun juga dapat diakses melalui gadget masing-masing karyawan di bidang produksi dalam bentuk aplikasi mobile.
Manager Humas PT Pusri Soerjo Hartono di Palembang, 16/8, mengatakan, aplikasi e-Plant ini inovasi dari karyawan yang bekerja di Departemen Teknologi & Informasi.
“Melalui aplikasi ini, setiap karyawan dapat memantau kondisi operasional di pabrik menggunakan teknologi internet,” kata dia.
Soerjo menjelaskan dashboard e-plant ini, selain dapat memudahkan monitoring operasional pabrik, juga dapat meningkatkan komunikasi dan akses informasi antar karyawan di unit produksi. Sehingga, kinerja produksi makin meningkat dan dapat mengejar target-target perusahaan.
“Penting diketahui bahwa, unscheduled shutdown pabrik itu jika terjadi sangat boros biaya. Karena satu kali start up pabrik setelah terjadi shutdown, bisa menyebabkan pemborosan biaya sampai dengan Rp5 hingga Rp11 milliar,” kata dia.
Direktur Utama PT Pusri Mulyono Prawiro mengatakan di era industri 4.0, Pusri yang merupakan pabrik pupuk pertama di Indonesia terus berupaya melakukan inovasi untuk meningkatkan daya saing.
Ini sejalan dengan visi Pusri menjadi perusahaan agroindustri unggul di Asia. “Saat ini Pusri fokus pada program revitalisasi pabrik dan pengembangan usaha,” kata Mulyono.
Sejak 2012, Pusri telah merevitalisasi pabrik lama yang boros energi dengan pabrik baru Pusri-IIB yang hemat energi dan ramah lingkungan. Kemudian, disusul penggantian dua pabrik sekaligus, Pusri III dan Pusri IV, menjadi Pusri-IIIB yang saat ini sedang tahap persiapan.
Di awal pengoperasian pabrik, beberapa kali dihadapkan pada kondisi rendahnya reliability pabrik, sehingga berpotensi unscheduled shutdown.
Salah satu faktor yang mendominasi terjadinya unscheduled shutdown adalah sistem proteksi peralatan kritis yang belum efektif.
“Bila kondisi ini terus berlangsung, maka dapat menyebabkan penurunan kinerja produksi serta menurunnya tingkat efisiensi pabrik. Oleh karena itu, adanya aplikasi e-Plant ini dapat menekan kehilangan tersebut,” kata dia.
Baca: Aplikasi e-PAS dari PT Pupuk Sriwidjaja Solusi Lengkap untuk Pertanian dan Agroindustri














