Budi Janto, General Manager, Lenovo Indonesia mengatakan sekarang keamanan siber tidak bisa hanya berfokus pada produk tapi membutuhkan solusi end-to-end, pendekatan menyeluruh yang lebih ketat dan penuh perhitungan untuk perangkat kita. Ini menjadi hal penting di era remote working yang membuat pekerjaan tidak lagi terbatas hanya saat kita berada di kantor, dan saat ancaman siber semakin menguat.
Budi menambahkan, “Di Lenovo, kami menyarankan organisasi bersikap proaktif dalam memastikan solusi keamanan memenuhi kebutuhan operasional bisnis mereka.”
Berikut adalah empat solusi keamanan yang dapat menjadi pertimbangan organisasi sebagaimana dikutip dari siaran pers Lenovo Indonesia, 19/8:
Keamanan perangkat
Penjahat siber semakin menargetkan rantai pasokan untuk memasukkan kerentanan ke dalam perangkat selama proses manufaktur hingga sebelum pengiriman. Karenanya penting untuk memilih mitra yang tepat yang dapat menyediakan perangkat yang diamankan langsung dari lapisan pertama rantai pasokan.
Keamanan identitas
Sekitar 81% dari pelanggaran data melibatkan kata sandi yang lemah, kata sandi default atau dicuri, dan serangan phishing telah meningkat 65% tahun ke tahun. Perizinan identitas melalui lapisan otentikasi, login tanpa kata sandi yang aman dan pemindai sidik jari adalah cara baru untuk memastikan keamanan identitas pengguna tanpa kerumitan. Memiliki otentikasi bawaan untuk PC yang mematuhi standar Aliansi FIDO (Fast Identity Online) adalah keuntungan tambahan untuk mengamankan perangkat Anda.
Keamanan online
Koneksi yang tidak aman mengundang pencuri, membuka pintu perangkat Anda – dan perusahaan Anda – ke serangan dahsyat. Lengkapi perangkat Anda dengan solusi seperti Virtual Private Network (VPN), yang dapat mendeteksi ancaman dan memberi tahu pengguna ketika mereka akan terhubung ke jaringan nirkabel yang tidak aman.
Keamanan data
Di setiap pelanggaran keamanan, ada banyak yang dipertaruhkan: miliaran rupiah, reputasi organisasi, dan bahkan pekerjaan Anda. Melindungi data di era baru membutuhkan solusi keamanan yang menyeluruh dan terukur agar selangkah lebih maju dari para penjahat siber.
Bagaimana organisasi bisa membantu karyawan?
Hal penting lainnya adalah mempertimbangkan penawaran layanan pengguna karena responden secara global merasa lebih bergantung pada komputer kerja mereka untuk menjadi lebih produktif. Selain itu, sebanyak 79% responden setuju bahwa mereka harus memiliki kemampuan TI saat bekerja dari rumah. Mayoritas dari mereka yang disurvei percaya bahwa organisasi harus lebih banyak berinvestasi pada pelatihan teknologi untuk mendukung bekerja jarak jauh di masa depan.
Lenovo membantu organisasi memberdayakan karyawan dengan menawarkan layanan yang mendukung kerja jarak jauh (remote worker). Untuk karyawan yang tidak memiliki akses ke helpdesk TI, Lenovo Premier Support memungkinkan akses langsung 24/7 ke teknisi-teknisi pilihan dari Lenovo yang menyediakan diagnosis permasalahan yang tak terencana dan dukungan komprehensif untuk perangkat keras dan perangkat lunak. Ini menghasilkan downtime yang lebih sedikit bagi pengguna ketika terjadi kesalahan, memungkinkan staf TI untuk fokus pada upaya strategis perusahaan.
“Sangat penting bagi bisnis untuk segera mengambil tindakan, memastikan mereka memiliki pendekatan dan solusi keamanan yang tepat dan strategis untuk melengkapi karyawan dengan baik di tempat kerja modern. Hanya dengan upaya tersebut, organisasi dan karyawan dapat memperoleh manfaat penuh dari tenaga kerja yang tersebar, dan membangun fondasi digital yang lebih kuat agar secara efektif menavigasi dan beroperasi di dunia kerja yang baru ini,” tutup Budi.














