PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/ IPC menghadirkan layanan digital baru pada bidang Pengadaan Barang & Jasa berupa E-Catalogue & Contract Management System (CMS). Tujuannya untuk memperkuat penerapan teknologi informasi dalam layanannya pada masa transisi menuju normal baru. Keduanya merupakan bagian dari upaya transformasi ke arah aktivitas bisnis digital sekaligus menekan penyebaran Covid-19.
“Percepatan pelayanan IPC melalui digitalisasi menjadi salah satu peluang dalam peningkatan transparansi, penyederhanaan prosedur, serta efisiensi waktu dan biaya dalam proses pengadaan barang dan jasa,” ungkap EVP Sekretariat Perusahaan IPC, Ari Santoso, di Jakarta, Rabu (19/8).
Kedua sistem ini berfungsi sebagai penunjang dari rangkaian proses Pengadaan Barang & Jasa. E-Catalogue adalah sistem informasi elektronik yang memuat berupa daftar, jenis, spesifikasi teknis, merk, harga, penyedia dan informasi lainnya terkait barang dan jasa.
Sedangkan Contract Management System (CMS) merupakan sistem pengelolaan kontrak secara elektronik dari mulai tahapan proses pembuatan kontrak sampai dengan pendokumentasian kontrak secara elektronik.
“IPC terus mengembangkan percepatan layanan digital, untuk terus bisa adaptif dalam menghadapi iklim perubahan yang terjadi saat ini. IPC konsisten menerapkan protokol kesehatan dimana aktivitas pertemuan langsung atau tatap muka dapat diminimalisir,” jelas Ari.
“Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menciptakan ekosistem digital yang diharapkan dapat memberikan manfaat dan nilai tambah bagi mitra dan perusahaan” tutup Ari.
Sebelumnya, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC menjelaskan terus berkolaborasi dengan perusahaan pelayaran dunia untuk melayani pelayaran langsung (direct call) ke sejumlah negara. Hingga saat ini Pelabuhan Tanjung Priok tetap membuka pelayaran langsung dengan rute pelayaran internasional ke berbagai negara tujuan diantaranya Australia, China, Taiwan, Hongkong, Korea Selatan dan Asia Tenggara.
Berdasarkan data IPC pada semester I 2020, arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok pada periode Januari-Juni tercatat sebanyak 2,99 juta TEUs, atau turun 7,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang mencapai 3,24 juta TEUs.














