JAKARTA, iTech – Infor, perusahaan penyedia aplikasi software komersial asal Australia, mengumumkan ketersediaan Infor CloudSuite, yang merupakan kumpulan aplikasi khusus untuk berbagai industri menggunakan infrastruktur cloud Amazon Web Services (AWS).
Menurut Vice President Infor Asean Helen Masters, Infor CloudSuite menyediakan perangkat lunak (software) yang handal dan tersedia secara spesifik sesuai kebutuhan masing-masing industri.
“Solusi cloud computing yang kami tawarkan ini berbeda dengan vendor lain. Karena layan cloud yang kami tawarkan ini sifatnya spesifik untuk tiap-tiap industri. Jadi berbeda pelanggan, akan beda juga layanan yang kami berikan,” jelas Masters, dalam keterangan persnya, di sela acara Infor Industry Forum, di Jakarta, Kamis (20/11).
Dalam keterangan pers tersebut, hadir juga Director CloudSuite Solution Infor Asia Pacific Leo Valaris dan Managing Director Infor Indonesia Muhammad Fitrah.
Menurut Masters, kumpulan aplikasi dalam Infor CloudSuite dirancang dengan menggabungkan berbagai aplikasi. Khususnya yang sebelumnya telah digunakan secara independen untuk mendukung fungsi utama bisnis di setiap industri.
“Fungsi utama ini digabungkan dengan model penetapan harga (pricing model) Software as a Services (SaaS), sehingga memungkinkan Infor CloudSuite merubah cara kerja software korporasi,” jelas dia.
Saat ini, lanjutnya, SaaS dapat digunakan untuk solusi Human Capital Management (HCM), Customer Relationship Management (CRM) , dan aplikasi lain yang tidak digunakan untuk kegiatan operasional kritikal.
“Infor CloudSuite menawarkan rangkaian aplikasi terlengkap yang dirancang khusus untuk berbagai industri yang menggunakan system cloud publikmelalui AWS,” tambah Muhammad Fitrah.
Dengan digunakannya infrastruktur cloud AWS, dengan kapasitas tak terbatas, akan memberikan ruang bagi pelanggan agar dapat mendapatkan keunggulan dan skala ekonomi dari Amazon.
Fitrah menambahkan, untuk pasar Indonesia, Infor CloudSuite akan difokuskan pada 6 sektor industri, yaitu manufaktur, makanan dan minuman, logistik, oil & gas, Automotif dan Asuiransi.
“Saat ini kami masih melakukan proses konsolidasi dengan pelanggan yang sudah ada, dan melakukan transisi untuk infrastruktur internal mereka ke platform AWS,” pungkas Fitrah. EZA













