Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menilai pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia harus bertransformasi ke sektor teknologi, tidak hanya terpaku pada sektor makanan dan juga fesyen.
“Apabila kita tidak bertransformasi, Indonesia akan tertinggal. Di Taiwan, Jerman, dan Korea Selatan, UMKM-nya sudah mulai suplai untuk industri “high technology”. Jadi UMKM sekarang jangan kita berpikir untuk makanan dan untuk fesyen itu saja, tapi sudah mulai kita lakukan untuk bertransoformasi kepada high technology,” ujar Luhut di Jakarta, Minggu, 30/8.
Luhut meyakini, pelaku UMKM di Indonesia mampu bertransformasi dan masuk ke sektor teknologi dan pemerintah berkomitmen akan terus mendorong dan membantu terwujudnya hal tersebut melalui kebijakan-kebijakan yang akomodatif.
“UMKM adalah salah satu pilar utama perekonomian Indonesia, dan itu bisa kita lakukan, sehingga kredit-kredit UMKM Rp10 miliar perlu kita lihat untuk mungkin pada sampai sasaran lebih besar agar UMKM yang masuk dalam bidang high technology itu juga akan mendapatkan peluangnya,” kata Luhut saat menjadi pembicara kunci dalam High Impact Seminar dan Kick Off Program BI dalam GerNas Bangga Buatan Indonesia dengan tema “Mewujudkan UMKM sebagai Kekuatan Baru Perekonomian Nasional: Sinergi Program Transformasi UMKM Memasuki Ekosistem Digital”.
Dijelaskannya pandemi Covid-19 telah menghantam semua sektor ekonomi, tak terkecuali UMKM. Pelaku UMKM pun dituntut untuk beradaptasi, salah satunya dengan masuk ke ekosistem digital untuk memasarkan produk-produknya di tengah kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Melalui kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, pemerintah pun telah membantu memfasilitasi hal tersebut.
“Kita sudah mulai buktikan kita mampu mendorong lebih dari 1,6 juta unit UMKM untuk masuk ke ekosistem digital sejak 14 Mei lalu. Angka ini sudah mencapai 83-85 persen dari target 2 juta UKM sebagaimana arahan Bapak Presiden,” ujar Luhut.
Baca: Tiga Kado Pemerintah untuk Pelaku UMKM agar Go Digital














