Itworks- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bekerja sama dengan Telkomsel membagikan 122.000 kartu internet secara gratis untuk 166 sekolah di Kota Tangerang. Aksi ini dilakukan sebagai dukungan kegiatan belajar jarak jauh pada program Merdeka Belajar Jarak Jauh (MBJJ) yang diharapkan dapat menjadi solusi pemerataan akses pendidikan, terutama bagi masyarakat non-elit.
“Alhamdulillah berkah di bulan Muharram teman-teman dari Telkomsel membagikan kartu perdana gratis, mudah-mudahan bermanfaat,” ucap Wali Kota Tangerang, H. Arief R Wismansyah dalam acara Audiensi Virtual Solusi Perdana MBJJ yang dihadiri juga oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang, Mulyani, serta Plt. Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Jamaludin, sebagaiman dirilis Humas Pemkot Tarerang, baru-baru ini.
Walikota Arief mengatakan, bahwa saat ini anak-anak pelajar di Kota Tangerang membutuhkan internet untuk melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) karena masih di tengah pandemi Covid-19. Karena itu, pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada Telkomsel yang telah membantu anak-anak bangsa untuk terus bisa melakukan pembelajaran.
“Sekarang ini kita masih di tengah pandemi dimana kehidupan masyarakat semuanya base on data di interet. Belajar pakai data dan silaturahmi pun pakai data. Saya berterima kasih kepada Telkomsel, mudah-mudahan ini menjadi solusi bagi seluruh kabupaten/kota, bagi seluruh anak-anak bangsa,” terangnya.
Dalam aksi ini, Telkomsel sudah memulai membagikan kartu perdana gratis dengan kuota 10GB ke beberapa sekolah yang berada di Kota Tangerang dengan target akhir bulan Agustus 2020 bisa tersalurkan ke 166 sekolah di Kota Tangerang.
Ditambahkan, Pemkot Tangerang saat ini juga sedang mengembangkan Tangerang Smart Network atau RW-Net yang saat ini telah terpasang 235 titik akses point yang sudah disebar di beberapa wilayah untuk proses belajar dan mengembangan UMKM. “Pemkot sedang melakukan pengembangan RW-Net yang sekarang sudah tersebar sebanyak 235 titik akses point di wilayah Kota Tangerang,” terangnya.
Hal ini dilakukan untuk membantu proses belajar para siswa yang kesulitan mengakses internet karena kendala pada kuota, dan juga untuk para masyarakat yang sedang mengembangkan usahanya. (AC)














