Tokopedia bersama Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) dan Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil-Mikro (ASPPUK) mengajak para pegiat UMKM lokal khususnya perempuan dan difabel memanfaatkan teknologi digital untuk bertahan di masa pandemi Covid-19 saat ini dan mendorong pertumbuhan pendapatan mereka.
Kolaborasi ini berbentuk program Pemberdayaan UMKM – Perempuan Wirausaha Tangguh dan Kreatif yang menargetkan lebih dari 2.000 orang pelaku UMKM perempuan dan 75 orang difabel di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada akhir tahun ini.
Dalam konferensi pers virtual, 8/9, VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak mengatakan pihaknya melihat sebelum pandemi mungkin banyak yang belum terlalu kenal dengan berjualan online, tapi Tokopedia yakin para pegiat UMKM sebetulnya survival skillsnya luar biasa, jadi ada kemungkinan jika berjualan online pastinya lebih mudah dan cepat untuk beradaptasi.
Direktur Public Affairs, Communications & Sustainability PT Coca-Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo berpendapat, perempuan menjadi komponen penting di masyarakat yang bisa diberdayakan.
Dia merujuk sebuah studi yang mengatakan, bahwa perempuan yang diberdayakan atau ditingkatkan kemampuannya sehingga pendapatannya meningkat, akan mampu melakukan investasi di bidang kesehatan dan keluarga. “Inilah yang mendorong akhirnya bangsa bisa lebih tumbuh menjadi lebih baik,” kata Triyono.
Deputy Director Asosiasi Perempuan Pengusaha Usaha Kecil (ASPPUK), Mohammad Firdaus menyambut positif program karena bukan hanya memperkenalkan cara pemasaran daring pada para pelaku usaha, tetapi juga adanya pendampingan untuk mereka.
“Hampir di atas 50 persen, perempuan yang kami dampingi belum menggunakan media online sebagai sarana marketing. Program ini membuka, awal yang baik. Program ini memberi berkah saatnya pelaku usaha kecil mikro masuk dalam dunia pemasaran secara online,” ujar dia.
Baca: Mau Jadi Engineer Andal Simak Tips-nya Dari Engineer Manager Tokopedia














