Fortinet SD-WAN Solusi Keamanan Jaringan Di Tengah Pandemi

Penulis Churry

Jakarta, ItWorks –Work From Home (WFH) dan berbagai aktivitas digital di tengah pandemi Covid-19, sangat membutuhkan ketersediaan, keandalan dan keamanan jaringan (networks) dan berbagai aplikasi digital pendukung. Fortinet memberikan solusi melalui Fortinet SD-WAN yang dapat mendukung kelancaran aktivitas digital organisasi maupun perusahaan demi kelangsungan bisnis mereka.

Di era transformasi digital, perusahaan telah lama mengandalkan wide-area networks (WAN) atau internet untuk mendukung komunikasi bisnis multi-lokal. Seiring meningkatnya adopsi cloud computing, hal ini juga telah mendorong perusahaan atau organisasi mengadopsi solusi Software Defined Wide Area Network (SD-WAN) untuk dapat beradaptasi dengan jaringan baru yang dibawa untuk mendukung lebih lanjut dari transformasi digital.

Adopsi solusi SD-WAN bisa membantu dalam hal melakukan management WAN (internet) untuk mendapatkan performance traffic yang tinggi. Dengan SD-WAN ini, diharapkan kebutuhan internet berkecepatan tinggi dengan sistem keamanan untuk berbgai aplikasi dapat dipenuhi dengan internet link. Sekaligus menggantikan private WAN seperti jalur sewa dan MPLS yang biayanya lebih mahal.

Seiring dengan peningkatan adopsi layanan berbasis cloud, aplikasi Software-as-a-Service (SaaS), dan Bring Your Own Device (BYOD), kinerja WAN tradisional kian berjuang untuk mengimbangi peningkatan kebutuhan bandwidth mereka. Sementara itu, bisnis di era digital saat ini, tidak hanya membutuhkan fleksibilitas tetapi juga interoperabilitas cepat yang saling terkait antara pengguna, aplikasi, dan perangkat, sesuatu yang tidak dapat disediakan oleh kebanyakan WAN statis.

Terlebih di tengah pandemi covid-19, di mana banyak perusahaan menerapkan WFH bagi karyawan. Komunikasi perusahaan antara kantor pusat dengan cabang-cabang pun, baik berupa pertukaran informasi data, informasi, hingga rapat atau meeting, juga banyak dilakukan secara daring (online) dengan berbagai aplikasi pendukung, sehingga ketersediaan dan keandalan jaringan sangat penting.

“Pandemi telah mendorong pesatnya transformasi digital di kalangan dunia usaha dan juga masyarakat dengan banyak melakukan aktivitas online, sehingga keandalan networks (jaringan) antara kantor pusat dan cabang, maupun dengan karyawanan untuk WFH, sangat krusial diperhatikan. Termauk untuk mendukung kinerja aplikasi. Apalagi penggunaan aplikasi juga makin banyak yang juga membutuhkan akses cepat. Itulah makanya Fortinet juga terus melakukan update layanan kepada para pelanggan. Di antaranya SD-WAN sebagai salah satu fitur di Fortinet Fortigate, sebagai solusi untuk mendukung kelancaran dan optimalisasi kinerja mereka,” papar Country Manager Fortinet Indonesia, Edwin Lim dalam acara “Virtual Media Briefing Fortinet” pada selasa sore (15/09), di Jakarta.

Acara virtual media briefing bersama Fortinet Indonesia kali ini mengangkat tema tentang “Dampak Covid-19 terhadap Kebutuhan dari SD-WAN & SD-Branch Untuk Organisasi dan Bagaimana SD-WAN Dapat Membantu Perusahaan Mengatasi Pandemi Covid -19 Demi Kelangsungan Bisnis”. SD- WAN merupakan salah salah satu fitur dari produk solusi Forotigate dari Fortinet. Selain menawarkan solusi terpadu SD-WAN, Fortigate juga terdapat fitur sekuriti (Secure SD-WAN) yang mendukung keamanan perangkat memiliki fitur yang terintegrasi.

Menurut Edwin Lim, pada dasarnya solusi Fortinet SD-WAN dirancang untuk memungkinkan inovasi digital secara cepat dengan biaya yang lebih hemat. Solusi SD-WAN memungkinkan akses cepat dan mudah ke aplikasi cloud untuk berbagai aktivitas penting melalui jaringan inti serta sumber daya berbasis internet. Dengan memanfaatkan konektivitas WAN dan multi-cloud perusahaan, solusi SD-WAN mampu menghadirkan kinerja aplikasi berkecepatan tinggi, termasuk dengan cabang (branch office) untuk meningkatkan kemampuan organisasi, agar terhubung, menjalankan bisnis, dan merespons kebutuhan pelanggan.

Solusi SD-WAN dalam Fortigate menyediakan fitur jaringan dan keamanan (Secure SD-WAN) yang dikombinasikan dengan kinerja dan fungsi, dipercepat dengan prosesor andal yang dirancang khusus untuk lingkungan SD-WAN. Fortinet SD-WAN dapat diadopsi secara fleksibel dengan jaringan baru yang ada di perusahaan atau organisasi untuk mendukung transformasi digital.

Solusi ini juga menawarkan lebih banyak kelincahan, daya tanggap, dan efektivitas biaya bagi pelanggan. SD-WAN mampu meningkatkan kinerja aplikasi untuk jaringan yang dierlukan perusahaan. Fortinet SD-WAN juga dapat menyediakan perangkat keamanan terintegrasi yang saling melengkapi yang mendukung dan meningkatkan persyaratan transformasi digital baru. Kemampuan tersebut meliputi:
● Pengukuran bandwidth WAN secara real-time
● Aplikasi komunikasi terpadu melalui remediasi tautan WAN.
● Overlay orkestrasi cloud untuk pengelolaan yang lebih baik.
● Berbagi bandwidth overlay gabungan antara beberapa koneksi untuk menurunkan latensi dan meningkatkan kinerja.
● Peningkatan kinerja aplikasi dan pengalaman pengguna melalui pengenalan aplikasi berkecepatan tinggi.
● Solusi keamanan lengkap yang dirancang untuk memberikan cakupan lengkap untuk semua koneksi dan lalu lintas.

Dalam rilis persnya disebutkan, berdasarkan satu survei peningkatan kinerja bagi organisasi perusahaan yang menerapkannya SD-WAN menggunakan bandwidth 50% lebih efektif daripada yang bergantung pada koneksi WAN tradisional. Bandwidth ini memberikan aksesibilitas aplikasi yang lebih efektif, dukungan alur kerja yang lebih kuat, dan produktivitas yang ditingkatkan, sehingga menghasilkan keunggulan kompetitif yang berbeda untuk organisasi ini.

Dan seiring dengan pertumbuhan kebutuhan bandwidth ini, solusi SD-WAN terintegrasi dapat memungkinkan pelanggan untuk mengukur kapasitas bandwidth secara dinamis berdasarkan kebutuhan spesifik mereka melalui penggunaan fungsionalitas jaringan tingkat lanjut. Melalui praktik ini, pelanggan dapat mencentang semua kotak untuk kinerja aplikasi tinggi tanpa meninggalkan celah dalam keamanan atau harus mengejar ketinggalan untuk melindungi jaringan mereka.

Pengguna Jasa Raharja

Pada acara “Virtual Media Briefing Fortinet” ini juga hadir pengguna Fortinet SD-WAN, Tri Haryanto, selaku Manager IT PT Jasa Raharja (Persero). Dalam kesempatan itu, ia melakukan sharing (membagikan) pengalaman sebagai orang yang bertanggung jawab di bidang ICT PTJasa Raharja yang telah menggunakan solusi Fortinet ini. Terutama dalam mendukug operasional kantor pusat, cabang, dan juga mendukung kinerja karyawan yang melakukan WFH di tengah pandemi Covid-19 ini.

Tri Haryanto: Penggunaan solusi SD-WAN juga lebih hemat biaya IT .

“Kantor pusat kami di Jakarta dan memiliki jaringan kantor cabang di seluruh wilayah Indonesia. Sejak beberapa tahun lalu, kami juga telah menerapkan tansformasi digital dengan menerapkan sistem manajmen dukungan teknologi informasi terpadu, baik dengan cabang, karyawan, dan juga hubungan pelanggan. Tentu kami sangat membutuhkan jaringan yang bisa diandalkan dan juga harus secure. Bisa dibayangkan jika terganggu, operasional kami pun juga terhambat. Dalam hal ini, kami telah menggunakan solusi dari Fortinet dan sejauh ini bisa mendukung kelancaran operasional kami, baik di pusat maupun hubungan dengan seluruh kantor cabang” ujarnya.

Terkait pelanggan, PT Jasa Raharja juga telah mengembangkan berbagai aplikasi, seperti JRku yang terus dilakukan penambahan fitur-fitur baru, termasuk pembelian dan pembayaran. Masyarakat di antaranya dapat mengakses layanan Samsat online di aplikasi JRku, hingga informasi pembayarannya. Aplikasi ini juga menyediakan informasi lain, seperti kecelakaan lalu lintas yang menggabungkan google maps dan input dari masyarakat. Sehingga untuk layananan ini konektivitas yang stabil dan andal sangat diperlukan.

“Satu hal yang juga penting saya share di sini, dengan menggunakan solusi SD-WAN Fortinet, biayanya jauh juga lebih hemat dibanding menggunakan infrastruktur konvensional sebelumnya,” ujar Tri Haryanto tanpa menyebut besarnya penghemat cost dari solusi SD-WAN dibanding sebelumnya.

PT Jasa Raharja merupakan BUMN untuk menyelenggarakan Perlindungan Dasar sesuai dengan UU Nomor 33 Tahun 1964 Tentang Dana Pertanggungan Wajib asuransi Kecelakaan Penumpang dan UU Nomor 34 Tahun 1964 Tentang Dana Kecalakaan Lalu Lintas Jalan. (AC)

BACA JUGA

Leave a Comment