Perusahaan data analitik global, SAS siap meluncurkan program SAS Software Certified Young Professionals (SCYP) untuk pelajar Indonesia, Malaysia, dan Vietnam dan merupakan yang pertama kalinya diadakan di Asia Tenggara.
Program SAS SCYP ini bertujuan untuk mencetak pelajar menjadi tenaga ahli analisis data yang memiliki pengetahuan serta keahlian yang mumpuni, di tengah-tengah pasar tenaga kerja yang terdampak akibat Covid-19, sekaligus untuk membantu industri dalam memenuhi kebutuhan akan ahli data science dan analitik yang terus bertumbuh.
Adopsi digital dalam wilayah ini dalam beberapa bulan terakhir mengalami perkembangan yang sangat pesat khususnya di masa pandemi Covid-19, dan pemerintah di kawasan Asia Tenggara telah mengidentifikasikan bahwa pendukung utama untuk merespon kondisi “normal baru” dan beradaptasi terhadap kondisi ekonomi adalah teknologi.
“SAS memiliki akar sejarah yang cukup panjang di bidang akademis. Meluncurkan program yang bertujuan untuk memberdayakan para pelajar dengan pengetahuan dan keahlian mengenai SAS analitik, membantu menjawab permintaan pasar Asia Tenggara akan tenaga profesional di bidang teknologi. Organisasi bisnis memnbutuhkan sumber daya manusia yang paham akan data, mengerti cara mengelola serta menganalisis data, membangun model dan menentukan informasi mana yang memiliki nilai tinggi. Perusahaan akan sangat antusias merekrut mahasiswa dengan keahlian analitik seperti ini,” ujar Febrianto Siboro, Managing Director SAS di Indonesia.
Program SAS SCYP ini akan memungkinkan para pelajar untuk memiliki sertifkasi SAS di bidang pemrograman, machine learning dan analitik visual melalui metode kursus jarak jauh (e-learning) sesuai dengan kecepatan mereka masing-masing. Progam ini juga akan memfasilitasi para siswa untuk berkolaborasi dan terlibat langsung dengan bergabung ke dalam komunitas SAS dan mendaftar webinar yang diselenggarakan SAS serta dibimbing langsung oleh para ahli SAS sehingga mereka bisa bertanya dan terus memperbaharui pengetahuan mereka dengan informasi-informasi terkini.
Ketika siswa telah menyelesaikan semua paket kursus online tersebut dan mengikuti webinarnya, mereka sudah bisa mengambil ujian sertifikasi dengan panduan persiapan dari para ahli di SAS, serta belajar dari materi-materi ujian sebelumnya untuk membuat mereka lebih siap. Setelah lulus mereka pun berkesempatan untuk mendapatkan peluang bekerja sebagai profesional muda data science melalui jaringan pelanggan yang dimiliki oleh SAS.
Di Asia Tenggara, serangkaian kursus online gratis atau bersubsidi telah disiapkan SAS untuk mahasiswa program Sarjana, pasca Sarjana, dan Ph.D. yang terdaftar di berbagai universitas, sekolah bisnis, dan perguruan tinggi yang ada di Indonesia, Vietnam, dan Malaysia. (Fauzi)













