Itworks- Negara-negara Asean sepakat untuk berupaya bersama dan saling mendukung dalam memperkuat dan menjaga keamanan siber. Komitmen bersama ini tercetus dalam ASEAN Ministerial Conference on Cybersecurity (AMCC) yang merupakan Konferensi Tingkat Menteri ASEAN ke-5 yang membahas isu keamanan siber regional Asia Tenggara.
Pertemuan AMCC merupakan rangkaian dari Singapore International Cyber Week (SICW) yang dilaksanakan selama lima hari mulai dari 5-9 Oktober 2020. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari sepuluh negara ASEAN di antaranya Indonesia, Brunei, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam.
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian, ikut menghadiri acara tersebut secara daring. Pertemuan yang dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informasi Singapura, S. Iswaran ini, membahas berbagai isu strategis di bidang keamanan siber. Termasuk tantangan dan tren kejahatan siber di tengah berlangsungnya pandemi Covid-19.
Di tengah pandemi, telah terjadi perubahan besar dalam pola bekerja dan berkomunikasi, di mana masyarakat semakin tergantung pada pemanfaatan internet. Meningkatnya pola komunikasi dan intensitas tranfic data yang bergantung pada pemanfaatan internet , di sisi lain juga mendorong para pejahat siber melakukan aksi kejahatan seiring dengan terbentuknya budaya baru tersebut.
Poin penting dari pertemuan ini, yakni adanya komitmen bersama seluruh negara anggota ASEAN untuk memperkuat kolaborasi penyelenggaraan keamanan siber melalui berbagai kerja sama di tingkat regional maupun internasional. Dalam kesempatan itu, Kepala BSSN Hinsa Siburian, juga menyatakan bahwa Indonesia siap berkolaborasi engan negara manapun untuk menjaga keamanan siber.
“Kerjasama pertukaran informasi terkait serangan siber, kerjasama CERT to CERT merupakan program yang sangat bermanfaat untuk memperbaiki waktu respon penanganan serangan dan kejahatan siber termasuk di sektor Infrastruktur Informasi Kritikal Nasional (IIKN). Mengingat ASEAN sudah memiliki Cybersecurity Center of Excellence yang ada Thailand dan Singapura, hal ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh negara anggota ASEAN untuk melakukan capacity building,” ujar Hinsa dilansir dalam portal web resmi BSSN, baru-baru ini.
Menteri Komunikasi dan Informasi Singapura, S. Iswaran dalam sambutannya juga meminta seluruh negara anggota ASEAN untuk terus memperkuat kolaborasi penyelenggaraan keamanan siber melalui berbagai kerja sama. “Singapura siap bekerjasama dengan seluruh negara mitra di ASEAN untuk menjaga keamanan siber. Untuk meningkatkan keamanan Operational Technology dan Internet of Things, Cyber Security Agency of Singapore, akan membentuk Operational Technology Cybersecurity Expert Panel (OTCEP) dan Cybersecurity Labelling Scheme (CLS),” jelas Iswaran.
OTCEP berisi praktisi keamanan siber yang bisa memberi saran kepada pemerintah dan pemangku kepentingan keamanan siber tentang upaya dan strategi meningkatkan ketahanan sistem Operational Technology di Singapura. Menutup sambutan, Iswaran menyatakan CLS Singapura, sebagai institusi Cybersecurity Labelling yang pertama di Asia-Pasifik, bertugas memberikan penilaian tingkat keamanan untuk perangkat pintar yang bisa diunakan oleh konsumen sebagai mekanisme bantu mengetahui tingkat keamanan yang ditawarkan suatu produk perangkat. (AC)














