ItWorks-Penggunaan teknologi GeNose untuk deteksi Covid-19 bagi calon penumpang kereta api terus diperluas. Saat ini sudah diterapkan di delapan Stasiun Kereta Api (KA) rute perjalanan jarak jauh dan akan diperluas di beberapa stasiun lainnya.
“Ini adalah tahap kedua penggunaan GeNose kita lakukan di stasiun kereta api. Tahap pertama yaitu dilakukan di Jakarta dan Yogyakarta dan sekarang ada penambahan di 5 kota lagi yaitu Bandung, Cirebon, Semarang, Surabaya, dan Solo,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat meninjau pelayanan alat deteksi Covid-19 karya anak bangsa “GeNose” di Stasiun Kereta Api (KA) Bandung pada Jumat (19/2) yang dirilis Humas Kemenhub, baru-baru ini.
Penerapan GeNose di Stasiun KA Bandung sebagai salah satu syarat bepergian menggunakan kereta api jarak jauh sudah diterapkan sejak 15 Februari 2021 lalu. Dengan demikian, hingga saat ini, sudah ada 8 stasiun KA yang menyediakan pelayanan penyaringan Covid-19 melalui GeNose. Ke depannya penggunaan Ge-Nose akan ditambah lagi ke stasiun KA lainnya. “Saya harap dalam kurun waktu seminggu ini, pelayanan GeNose sudah ada di 20 kota lainnya. Dan bertambah lagi ke 44 kota lainnya dalam waktu kurang dari satu bulan,” kata Menhub.
Pihanya juga mengapresiasi PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang sudah melakukan sejumlah perbaikan pelayanan dengan menyediakan bilik penyekatan bagi para calon penumpang yang melakukan tes GeNose agar tidak berdekatan satu dengan yang lain, seperti yang disarankan oleh para ahli epidemiologi.
Menhub Budi Karya Sumadi juga mengapresiasi antusiasme masyarakat untuk menggunakan GeNose. Tercatag sejak diterapkan 15 Februari 2021 s.d hari 19 atau hari ke-5), penumpang kereta api yang melakukan tes screening GeNose di Stasiun Bandung sudah mencapai 1.514 orang. (AC)














