Jakarta, ItWorks- PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) perkuat strategi pengembangan usaha dan daya saing melalui transformasi digital dengan mengalokasikan anggaran teknologi informasi (TI) lebih besar. Keberadaan TI bukan lagi sekadar enabler sebagai pendukung sistem manajemen, namun sudah menjadi perangkat primer untuk operasional dan kelangsungan usaha, terlebih di masa pandemi covid-19, di mana TI kian menjadi andalan bagi perusahaan.
“Pandemi Covid-19 menjadi pelajaran berharga betapa pentingnya memperkuat transformasi digital untuk kelangsungan perusahaan ke depan. Sejak terjadi pandemi, TI benar-benar jadi andalan perusahaan. Kita yang ada di bagian TI benar-benar sibuk dibuatnya. Mulai membangun sistem untuk mendukung Works From Home (WFH) berbasis digital, aplikasi virtual meeting, integrasi TI di sistem manajemen, maupun dalam kaitan layanan pelanggan. Karena itulah makanya, kami bertekad untuk terus memperkuat transformasi digital, baik di sistem manajemen maupun dalam kaitan bisnis, produk dan layanan pelanggan, dengan alokasi anggaran yang makin besar. Hal ini sekaligus untuk memodernisasi sistem dan layanan perusahaan berbasis teknologi informasi sejalan dengan tuntutan dalam memasuki era baru -Industri 4.0,“ ungkap Rachmad Hidayat, Kadiv PTI, PT Askrindo, saat Presentasi dan Wawancara Penjurian di ajang corporate rating “Top Digital Awards 2020” secara virtual pada (27/10) sore, di Jakarta.
PT Askrindo merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam asuransi/penjaminan yang selama ini telah banyak berkiprah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Peran Askrindo, terutama dalam pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui layanan penjamin atas kredit yang disalurkan oleh perbankan kepada para pelaku UMKM. Termasuk di antaranya KUR (Kredit usaha rakyat) dari program pemerintah.
Saat ini, Askrindo yang merupakan anggota Holding Perasuransian & Penjaminan juga terus melakukan sosialisasi penjaminan Kredit Modal Kerja (KMK) untuk UMKM dalam rangka pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dilakukan oleh Pemerintah. “Hal ini sejalan dengan visi perusahaan, yakni -Menjadi Perusahaan Penanggung Risiko yang unggul dengan layanan global guna mendukung perekonomian nasional,” ujarnya.
Presentasikan wawancara penjurian terkait transformasi digital di Askrindo, juga disampaikan oleh Primalita Widara selaku Kepala Bagian Perencanaan TI, dan Adhitya sebagai Kepala Bagian Infrastruktur TI PT Askrindo. Diungkapkan, strategi transformasi digital yang dilakukan PT Askrindo, telah disusun sedemikain rupa melalui IT masterplan yang lebih terencana dengan payung hukum yang kuat, baik dari internal melalui kebijakan atau peraturan direksi, maupun dengan mengacu dari peraturan pemerintah dan pemegang saham.
Tingkatkan Alokasi Anggaran TI
Menurut Rachmad Hidayat, komitmen ini juga didukung alokasi pendanaan yang lebih besar, baik untuk peningkatan aplikasi dan sistem di manajemen, sumber daya manusia (SDM), produk dan pelayanan pelanggan, aspek sistem security, maupun infrastruktur pendukung lainnya. Dalam kaitan ini, perusahaan telah membangun web portal perusahaan yang lebih informative dengan sajian content yang komprehensif dan menarik melalui (New Corporate Portal Askrindo).
Corporate portal Askrindo antara lain menyajikan informasi terkait produk, manajemen, pencapaian, kegiatan dan juga dikembangkan menjadi salah satu digital channel untuk penjualan produk serta pengajuan klaim melalui aplikasi digital. Pengembangan dan inovasi berbasis digitalisasi ini juga sebagai upaya Askrindo untuk bersaing di era industri 4.0 yang sudah di depan mata.
Terkait Tatakelola dan Manajemen Teknologi Informasi Perusahaan, Askrindo telah mengadopsi COBIT versi 5 atau dikenal dengan nama COBIT 5 yang menyediakan aplikasi terintegrasi di perusahaan dengan kinerja yang lebih advance dari sebelumnya. Aplikasi COBIT 5 memungkinkan informasi dan teknologi yang terkait dilakukan tatakelola di manajemen secara keseluruhan terkait seluruh business proses secara langsung dan area-area tanggungjawab lainnya, dengan mempertimbangkan kepentingan stakeholder.
Askrindo juga menerapkan beberapa inovasi dalam hal digitalisasi proses bisnis, seperti Askrindo Core System (ACS), Customer Relationship Management (CRM), serta Askrindo Internal Rating (AIR). ACS merupakan platform teknologi yang dibentuk guna memudahkan customer bertransaksi, mulai dari transaksi polish hingga proses di keuangannya yang semua bisa dilakukan secara digital.
“Tata Kelola dan Kebijakan TI Askrindo dilakukan untuk mendukung peningkatan daya saing perusahaan melalui Key Account Model, Business Process Improvement, dan transformasi SDM. Dari sisi anggaran belanja TI, juga terus diperkuat. Tahun 2020 ini alokasinya sebesar Rp 85,58 miliar, naik signifikan dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 56.00 miliar,” ujar Rahmad Hidayat di hadapan enam dewan Juri (Garuda Sugardo, Febrizal Effendi, Sofi Suryasnia, Nurul Yakin Setyabudi, Azhari Abidin, Tendri Supriatno) yang dimoderatori Ahmad Churi, Redpel Majalah ItWorks.
Dengan anggaran yang terus diperkuat setiap tahunnya ini, dari sisi kesiapan dan kematangan (It maturity) yang dimiliki perusahaan juga terus menunjukkan peningakatan. Misalnya untuk sistem manajemen dan keamanan informasi, Askrindo telah tersertifikasi ISO 27001 (SMKI – Sistem Manajemen Keamanan Informasi) dan ISO 22301 (BCMS – Business Continuity Management System.
Demikian pula aplikasi untuk mendukung operasional perusahaan, termasuk bagi karyawan. Untuk mendukung kinerja SDM atau karyawan, Askrindo telah mengembangkan sistem Online Employee Self Service (ESS). Di antaranya terdapat fitur: Absensi, Pengajuan cuti & status approval, Notice Board, Employee Contact, Employee Engagement, dan To Do List. “Tentunya kita harapkan mereka bisa terus meningkatkan produktifitas dengan kinerja yang makin cepat dan efisien, termasuk di saat pandemi ini karena mereka bisa melakukan banyak hal melalui aplikasi digital ini,” ujarnya
Keseriusan PT Askrindo dalam mengakselerasi transformasi digital juga didukung dengan menghadirkan IFG Digital Corporate University serta Website IFG Digital Corporate University, terutama dalam mengembangkan talenta digital di kalangan SDM (kayawan).
“Di era seperti sekarang ini, Askrindo semakin menyadari pentingnya membangun ekosistem digital yang terintegrasi untuk kelangsungan bisnis ke depan. Termasuk dengan mitra luar, misalnya mengembangkan layanan dengan mitra agent, produk layanan nasabah, produk layanan kerja sama fintech dan lainnya. Dalam kaitan ini, Askrindo juga mengimplementasi CRM, terutama untuk meningkatkan customer experience. Penerapan CRM juga akan memungkinkan perusahaan mendapatkan informasi mengenai nasabah, termasuk aktivitas marketing di lapangan yang dapat membantu perusahaan dalam upaya mengoptimalkan kinerja mereka,” tutup Rachmat Hidayat . (AC)














