
Penulis: Teguh Imam Suyudi
Pemerintah Daerah Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan akan membangun jaringan Fiber Optic (FO) di tiga kecamatan yang ada di Pegunungan Bukit Barisan yaitu, Kecamatan Semendo Darat Laut, Semendo Darat Tengah dan Semendo Darat Ulut mulai tahun depan.
“Pembangunan jaringan FO ini salah satu rencana kami di tahun 2021 untuk pelaksanaan Master Plan Smart City kami. Pelaksanaan pembangunannya akan melibatkan vendor,” kata Ardian Arifanardi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kabupaten Muara Enim dalam sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2020 secara online yang diselenggarakan majalah IT Works, Senin, 02 November 2020.
“Hingga saat ini, akses internet di tiga kecamatan tersebut masih menggunakan VSAT. Karakteristik kontur dataran tiga kecamatan tersebut yang berbukit-bukit di Pegunungan Bukit Barisan sehingga cukup menyulitkan akses internet. Dengan pembangunan jaringan FO ini bertujuan untuk memberikan akses internet yang lebih baik lagi bagi masyarakat,” tambahnya.
Rencana berikutnya terkait penerapan Smart City, lanjut Ardian, adalah menjalankan Gerakan 1 Desa, 1 Tenaga IT. “Ini agar IT tidak hanya ada di kota tapi, juga di desa. Kami akan melatih 1 warga di setiap desa yang ada di Kabupaten Muara Enim, untuk kepanjangan tangan kami melakukan pembangunan TI sampai di desa.”
Dijelaskanya kepada dewan juri bahwa kedua rencana penerapan Smar City tersebut merupakan upaya Pemkab Muara Enim untuk mewujudkan visi Kabupaten Muara Enim Smart Regency yang Nyaman, Berdaya Saing, dan Lestari.
Smart City Readiness
Dalam kesempatan ini, Ardian juga mengungkapkan perkembangan pelaksanaan Smart City di Kabupaten Muara Enim.
“Untuk Smart City Readiness, kami telah ada SK Dewan TI, alokasi anggarannya dari APBD dan Non APBD, dan memiliki Master Plan Smart City sejak tahun 2017. Kemudian tahun 2018 Pemkab Muara Enim berhasil masuk Gerakan Menuju 100 Smart City dari Kementerian Kominfo. Jadi Smart City kami dimulai tahun 2019 sampai tahun 2023 sesuai masa jabatan bupati,” ujar Ardian.
“Kami juga telah menyediakan akses internet, dimana 82% wilayah telah menikmati Broadband Access+ 4G/3G di Ibu Kota desa. Akses internet terpusat di Dinas Kominfo Kab. Muara Enim. Kemudian, Dinas Kominfo mendistribusikan internet menggunakan jaringan FO di Kota, untuk internet di kecamatan ada yang pakai FO dari vendor, juga ada yang pakai Radio akses point to point ke beberapa kecamatan, dan ada yang pakai VSAT.”
“Jaringan FO ini juga digunakan untuk menghubungkan antar OPD,” kata Ardian.
“Untuk Data Center, Diskominfo sudah membangun Data Center dengan server. Seluruh OPD di Kab Muara Enim, servernya ada di data center ini. Kecuali Dukcapil dengan server terpisah karena butuh server dengan kapasitas yang besar.”
“Juga telah disediakan sejumlah hotspot internal pemerintah dan publik berupa Wifi. Wifi publik gratis ini dibangun diruang-ruang terbuka dan perkantoran tanpa password. Terutama untuk mengakses dan memanfaatkan berbagai layanan masyarakat yang disediakan Pemkab. Muara Enim,”
“Untuk aplikasi, saat ini ada ± 50 aplikasi aktif yang digunakan oleh OPD terkait. Dari 50 aplikasi ini, ada aplikasi internal dan ada juga aplikasi dari pusat untuk diterapkan di daerah seperti Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) berupa Layanan Aspirasi dan dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) yang dikelola Kementerian PANRB).”

Aplikasi dan Sistem Terkait Smart City
Ardian memaparkan bahwa Pemkab Muara Enim juga telah membuat sejumlah aplikasi untuk memberikan pelayanan publik yang lebih baik.
“Pertama, MANCE (Muara Enim Center) berbasis Android, dibangun sejak 2018, oleh internal. Ini untuk menyebarkan informasi tentang perkembangan Kabupaten Muara Enim. Lalu, Rumah UMKMK Gerbang Serasan. Untuk mendorong dan membangun UMKMK yang ada di Kabupaten Muara Enim. Ada fasilitas untuk konsultasi, mengembangkan usaha, pemberian kredit lunak bagi yang butuh modal. Ada aplikasi untuk melakukan kegiatan e-commerce untuk memasarkan produk-produk dari para pelaku UMKMK.”
“Si Cerdas (Sistem Informasi Cepat, Efisien dan Berintegritas). Ini aplikasi terkait Dinas Perizinan Terpadu, Penanaman Modal, dan GIS.”
“Perwujudan keterbukaan informasi Untuk Masyarakat, informasi tentang PPID Kabupaten Muara Enim dapat diminta secara online.”
“Tersedia Layanan Pengaduan Masyarakat yang terintegrasi dengan aplikasi LAPOR! dari Kementerian PAN/RB.”
“Kami juga telah membangun Muara Enim Command Center. MECC, fasilitas yang bisa diakses, CCTV di ruang-ruang publik, kantor pelayanan di OPD dan kecamatan. Ada beberapa aplikasi dashboard yang dapat diakses bupati untuk mengetahui informasi yang dbutuhkan terkait Pemkab Muara Enim.”
“SISTER (Sistem Informasi Statistik Terintegrasi) untuk mendukung Satu Data Indonesia. Setiap OPD bisa menginput data-datanya ke aplikasi ini dan akan dikelola Dinas Kominfo sebagai Wali Data. Juga sudah bekerja sama dengan BPS, sehingga sebagian datanya dapat diakses lewat aplikasi ini.
“Untuk layanan kesehatan, ada Pendaftaran Online untuk RSUD H.M Rabain,” jelas Ardian.
Peran IT di Masa Pandemi Covid-19
Ardian menerangkan sehubungan dengan Pandemi Covid-19, Pemkab. Muara Enim telah melakukan sejumlah langkah Penerapan Smart Regency Dalam Pencegahan Covid-19, yaitu pengecekan suhu tubuh ketika memasuki ruang publik, menyediakan Layanan Pengaduan Cepat Tanggap PSC 119, dan bekerjasama dengan Bank Sumsel Babel dalam pemanfaatan QRIS dalam pembayaran non tunai
“Terkait pemanfaatan IT untuk sarana informasi Covid-19 maka Informasi Data Pantauan Covid-19 di-update melalui website corona.muaraenimkab.go.id dan Instagram yang menampilkan grafik.”
“Lalu ada Pendaftaran Pasien secara Online di RSUD H.M. Rabain.”
“Dan menyambut New Normal Pariwisata di Aplikasi Mance telah hadir: list Restoran yang telah menerapkan protokol Kesehatan, list Destinasi Wisata di Kabupaten Muara Enim, list Hotel yang menerapkan protokol Kesehatan dan layanan aduan cepat tanggap,” tutup Ardian.














