Dengan bantuan teknologi dan Intelligent Retail, pelaku ritel dapat memahami keinginan konsumen dengan lebih baik. Hasilnya, berbagai keputusan bisnis dapat dibuat dengan se-efektif dan se-efisien mungkin sehingga produktivitas perusahaan dapat meningkat, dan bisnis dapat terus berjalan serta roda perekonomian bangsa dapat terus berputar.
Dalam merancang ulang industri ritel menjadi Intelligent Retail, terdapat 5 area penting yang memerlukan perhatian khusus yaitu: efisiensi toko, automasi, dan keamanan; belanja tanpa kontak fisik (contactless shopping); toko fisik yang terintegrasi sebagai bagian dari pusat fulfilment belanja online; pengalaman belanja yang beragam; dan iklan di dalam toko (in-store advertising).

Dalam proses transformasi digital, penggunaan teknologi yang tepat dan berfokus pada pelanggan seperti teknologi cloud dan artificial intelligence atau kecerdasan buatanmenjadi kunci untuk membantu para pelaku ritel memahami perilaku dan preferensi konsumen agar bisnis dapat bertahan bahkan meraih sukses di masa pandemi. Ini yang disebut Intelligent Retail.
Menurut Raj Raguneethan, Regional Business Leader, Retail & Consumer Goods Microsoft Asia, preferensi konsumen selama masa pandemi menunjukkan peningkatan permintaan terhadap pengalaman belanja online yang bersifat personal (personalized experience) serta last mile delivery, ataupengiriman barang langsung ke rumah.
“Knowing your customer adalah kunci bisnis Anda. Mengidentifikasi, mengadaptasi, dan melayani kebutuhan pelanggan yang terus berubah memerlukan fokus yang lebih dalam di semua channel bisnis. Menggunakan dan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memprediksi analitik dan mengantisipasi kebutuhan pelanggan Anda sangat penting. Dan itulah cara kita bisa mengubah pengalaman pelanggan Anda,” ujar Raj dalam siaran pers Microsoft Indonesia, 18/12.














