Desember adalah bulannya Hari Belanja Online Nasional atau lebih dikenal dengan nama HARBOLNAS, sebuah kegiatan perdagangan online yang diharapkan dapat mendorong daya beli masyarakat dan menggerakkan roda perekonomian bangsa. Hal ini didukung oleh besarnya pasar e-commerce global yaitu senilai US$2,3 triliun dan keberadaan konsumen yang selalu terhubung dengan ponsel pintar (smartphone) mereka.
Di Indonesia, sektor e-commerce merupakan salah satu industri penopang ekonomi digital. Total nilai digital ekonomi di Indonesia diperkirakan sebesar US$40 Miliar, di mana lebih dari separuhnya (US$21 Miliar) berasal dari transaksi di platform e-commerce.
Menurut catatan Kementerian Koordinator Perekonomian Republik Indonesia, nilai transaksi e-commerce terus menanjak, mulai dari peningkatan 152 persen pada tahun 2018 serta 88 persen pada tahun 2019, dan pada semester I-2020 terjadi kenaikan transaksi e-commerce sebanyak dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.
Maka, Hari Belanja Online Nasional (HARBOLNAS) bukanlah sekedar pesta belanja online melainkan sebuah momentum tolak ukur pergerakan roda perekonomian bangsa dan secara tidak langsung dapat menjadi salah satu pembuktian keberhasilan digital transformasi di sektor ritel.
Dalam siaran pers Microsoft Indonesia, 18/12, disebutkan perubahan yang terjadi sejak pandemi Covid-19 menghadirkan tantangan dan peluang pada saat yang bersamaan bagi pelaku industri ritel.
Data Ritel Microsoft yang dirilis pada acara Microsoft Cloud Innovation Summit 2020mengungkap beberapa fakta dan tantangan yang terjadi di industri ritel di dunia dan termasuk di Indonesia saat ini, yaitu:
- 81% pembeli melakukan pencarian online (online research) sebelum melakukan pembelian secara online.
- 80% dari karyawan di seluruh dunia tergolong dalam pekerja lini pertama (firstline workers)
- 50% dari perusahaan manufaktur akan memiliki kemampuan untuk melakukan pengiriman langsung kepada konsumen pada akhir 2020.
- 50% departemen store yang terhubung melalui mal akan tutup dan memfokuskan bisnis mereka pada e-commerce.
Semua hal ini merupakan pendorong bagi industri ritel untuk mempercepat transformasi digital dan menjadi ritel yang cerdas (intelligent retail). Ritel Cerdas atau Intelligent Retail adalah sebuah konsep baru penerapan teknologi di industri ritel yang berfokus pada preferensi konsumen berdasarkan data. Ini akan memandu pelaku ritel dalam bernavigasi di era disrupsi dan memenuhi ekspektasi konsumen dengan pengalaman belanja yang lebih personal.














