Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia optimis investasi baterai kendaraan listrik senilai 9,8 miliar dolar AS (setara Rp142 triliun) dari LG Energy Solution akan memberi dampak positif bagi perekonomian daerah, termasuk Kabupaten Batang, Jawa Tengah, yang jadi lokasi industri tersebut.
LG Energy Solution bekerja sama dengan konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana membangun industri sel baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dengan pertambangan, peleburan (smelter), pemurnian (refining), serta industri prekursor dan katoda.
Lokasi yang dipilih untuk pengembangan industri prekursor dan katoda adalah Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah. Sedangkan industri sel baterainya sedang didalami kemungkinan untuk berinvestasi juga di lokasi tersebut.
“Dalam kerja sama investasi ini semuanya ikut terlibat. Jadi tidak lagi bicara untuk sendiri-sendiri. Pengusaha lokal dan UMKM harus dilibatkan, karena tujuan investasi yaitu selain percepatan pertumbuhan ekonomi, juga pemerataan pertumbuhan ekonomi” kata Bahlil dalam siaran pers, 05/01.
“Pemilihan lokasi di KIT Batang merupakan langkah tepat bagi investor. Pemerintah sudah menyiapkan lahan, sarana dan prasarana infrastrukturnya yang memadai, serta ketersediaan tenaga kerja yang diperlukan,” tambahnya.
Kepala BKPM menjelaskan investasi tersebut merupakan kolaborasi antara perusahaan asing, konsorsium BUMN, pengusaha nasional, pengusaha nasional di daerah, dan UMKM.
Baca: Menteri BUMN: Indonesia Siap Jadi Pemain Utama Industri Mobil Listrik
Rencana investasi LG disambut dengan antusias oleh Bupati Batang Wihaji. Ia menyatakan optimismenya bahwa investasi LG Energy Solution akan berdampak positif pada perekonomian daerah, menimbulkan dampak ganda, serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
Investasi pengembangan industri baterai kendaraan listrik merupakan salah satu upaya Pemerintah Indonesia untuk mendorong transformasi ekonomi menuju visi Indonesia Maju 2045 melalui hilirisasi sumber daya alam.
Melalui proyek kerja sama investasi tersebut Indonesia diharapkan akan naik kelas dari produsen dan eksportir bahan mentah menjadi pemain penting pada rantai pasok dunia untuk industri baterai kendaraan listrik.
Baterai listrik sendiri merupakan komponen utama mobil listrik, yang dapat mencapai 40 persen dari total biaya mobil listrik. Pada tahun 2035, Indonesia mencanangkan untuk memproduksi 4 juta mobil listrik dan 10 juta motor listrik.














