Itworks-BSSN hadirkan Panduan Literasi Media Digital dan Keamanan Siber berjudul “Muda, Kreatif, dan Tangguh di Ruang Siber”. Panduan literasi ini diharapkan dapat mendukung dan meningkatkan ketahanan diri masyarakat dalam menggunakan media sosial di ruang siber secara bijak dan aman.
Pengguna internet sebagian besar berasal dari kaum usia muda atau millennial. Menurut data Statistik Telekomunikasi Indonesia tahun 2019, sebanyak 67,05% pengguna internet merupakan penduduk dengan usia 19-49 tahun. Sebesar 32,95% dari pengguna internet berusia di bawah 19 tahun dan lebih dari 50 tahun.
Angka ini menunjukkan bahwa internet merupakan teknologi informasi dan komunikasi yang sudah akrab dalam kehidupan kaum muda. Hal ini juga selaras dengan Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2020 yang merilis data 57,2% pengguna internet yang berpartisipasi dalam survei adalah usia muda dengan rentang 15-39 tahun. Tiga rentang usia terbanyak adalah 20-24 tahun (14,1%), 25-29 tahun (13,1%), dan 30-34 tahun (10,6%).
Walaupun banyak dari segi jumlah, nyatanya penggunaan internet kaum muda sebagian besar belum memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya keamanan siber saat di dunia maya. Mereka menggunakan internet kebanyakan untuk mendapatkan informasi atau berita,diikuti untuk mencari hiburan, termasuk game online. Padahal kompleksitas ancaman kejahatan di dunia siber juga makin tinggi dengan berbagai modus serangan.
“Menyikapi hal tersebut,BSSN sebagai instansi yang bergerak di bidang keamanan siber berupaya membangun budaya keamanan siber sebagai tatanan nilai budaya yang melekat dan mendorong tumbuhnya budaya penggunaan ruang siber yang aman dan nyaman bagi setiap warga negara Indonesia dengan melakukan literasi dan edukasi budaya keamanan siber. Melalui Panduan Literasi Media Digital dan Keamanan Siber berjudul Muda, Kreatif, dan Tangguh di Ruang Siber ini, dihartapkan dapat mendukung pelaku literasi dalam meningkatkan ketahanan diri masyarakat untuk menggunakan media sosial di ruang siber secara bijak dan aman,” ungkap Kepala BSSN, Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian, dilansir Biro Hukum dan Humas BSSN dalam rilis pers, baru-baru ini.
Dalam buku ini disebutkan, berdasarkan hasil kajian berbagai pihak juga menyatakan kaum muda Indonesia rentan terpapar berbagai aktivitas buruk daring seperti hoaks dan ujaran kebencian, konten radikal, pornografi, kekerasan, penipuan, pencurian data, serangan siber, dan lain sebagainya. Hal tersebut tentu bisa menjadi ancaman serius apabila tidak ditangani.
“Senjata utama dari serangan siber yang bersifat sosial adalah informasi yang direkayasa sedemikian rupa guna mendukung dan memperbesar dampak dari aktivitas lainnya yang dilakukan oleh pihak penyerang, termasuk dan tidak terbatas pada aktivitas-aktivitas berdimensi politik, diplomasi, ekonomi, dan militer,” ujar Kepala BSSN, Hinsa Siburian, dalam kata pengantar buku panduan “Muda, Kreatif, dan Tangguh di Ruang Siber” tersebut.
Literasi media digital dan keamanan siber yang dimaksud dalam panduan tersebut merupakan perpaduan konsep literasi media dan informasi (media and information literacy), literasi digital (digital literacy) serta keamanan digital (cybersecurity). Ketiga konsep tersebut dikombinasikan dari penelusuran literatur serta fungsi dan peran dari BSSN dalam menjalankan berbagai program yang terkait dengan literasi.
Panduan literasi media digital dan keamanan siber berisi berbagai hal untuk menumbuhkan beragam kompetensi digital mulai dari mengakses data dan informasi media digital hingga melakukan aksi mandiri maupun kolaboratif yang dapat menjadi pedoman dalam mewujudkan individu atau masyarakat digital yang siap menangkap dan menghadapi berbagai peluang dan tantangan era digital. (AC)














