Jakarta, Itworks – Keamanan siber telah menjadi isu prioritas bagi seluruh negara di dunia sejak teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dimanfaatkan dalam berbagai aspek kehidupan. Kompleksitas ini makin meningkat sejak akhir tahun 2019, ketika dunia disibukkan dengan merebaknya kasus COVID-19.
Hal ini terungkap dalam diskusi daring bertema “Cloud dan Keamanan Siber untuk Infrastruktur Kritikal Nasional” yang diselenggarakan Huawei Indonesia, berkolaborasi dengan Association Cloud and Computing Indonesia (ACCI) dalam rangkaian CyberHub Festival 2021 dari tanggal 18 – 29 Januari 2021. Gelaran ini bertujuan untuk menyeleraskan pemahaman, sekaligus meningkatkan literasi keamanan siber di instansi pemerintah, perusahaan negara, swasta dan masyarakat umum, sekaliogus untuk mensosialisasikan pentingnya keamanan siber dalam proses transformasi digital.
CyberHub Fest 2021 merupakan gelaran perdana yang diselenggarakan dengan menampilkan 13 acara yang terdiri dari 6 Web Seminar (webinar) dan 7 Workshop, dengan 44 narasumber dari berbagi sesi. Kepala BSSN RI Hinsa Siburian mengatakan, acara CyberHub Fest ini merupakan bentuk implementasi landasan pelaksanaan Strategi Nasional Kemananan Siber Republik Indonesia (SNKS RI), yang merupakan modalitas mendasar dan kunci dalam penerapannya.
“Pada hakikatnya, CyberHub merupakan wadah bagi kita untuk kolaborasi bersama dalam rangka menyinergikan seluruh pemangku kepentingan,” kata Hinsa Siburian saat membuka acara tersebut.
Sementara itu, Jason Zhang, President Cloud and AI Business Group Huawei Indonesia mengatakan, melalui kegiatan ini, Huawei berkomitmen untuk mendukung mengintegrasikan kepatuhan keamanan siber sebagai bagian integral dari bisnis dan layanan Huawei.
“Kami juga telah mengikuti assessment yang diterapkan oleh BSSN. Kami percaya dalam waktu dekat ketahanan keamanan siber akan menjadi praktik standar keamanan informasi keamanan yang diwajibkan bagi semua perusahaan dan organisasi di Indonesia untuk memastikan keamanan penyimpanan data pelanggan, seiring dengan upaya BSSN untuk membangun keamanan siber nasional yang lebih tangguh,” ungkap Jason Zhang, President Cloud and AI Business Group Huawei Indonesia Jakarta dalam rilis pers (27/01/2021), di Jakarta.
Jason menambahkan, Huawei menjadikan kepercayaan sebagai aspek terpenting dari solusi Cloud yang dimilikinya. Huawei telah membangun Cloud publik yang kredibel secara global yang menampilkan keamanan, kepatuhan, privasi, transparansi, dan ketahanan.
“Kami akan terus berbagi pengetahuan tentang teknologi baru dan risiko keamanan siber yang berpotensi muncul di masa depan dan harus diantisipasi dari sekarang, serta mendorong kolaborasi inovatif. Kami sangat mengapresiasi BSSN atas inisiasi yang dilakukan dalam mengadakan workshop selama 2 (dua) hari untuk memberikan literasi terkait indeks KAMI dalam rangka membangun kesadaran para pelaku industri maupun pemerintahan, serta mengukur tingkat kesiapan dan kematangan tiap organisasi terkait ancaman terhadap keamanan siber,” ujarnya.
Webinar yang dibuka oleh Ketua ACCI Alex Budiyanto dan Kepala BSSN Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian berlangsung (18/01/21) dengan menghadirkan sejumlah pembicara utama seperti Deputi Bidang Proteksi BSSN Akhmad Toha, Presiden Cloud & AI Business Group Huawei Indonesia Jason Zhang, Direktur Proteksi Ekonomi Digital BSSN Anton Setiyawan dan Deputi I BSSN Irjen Pol. Dono Indarto, S.I.K., M.H.
Jason Zhang menambahkan, keterlibatan Huawei pada acara CyberHub Festival 2021 menegaskan komitmennya yang terus berkelanjutan dan menguat untuk secara aktif berkontribusi pada pengembangan TIK Indonesia sejak kehadirannya di negara ini 20 tahun lalu. Ke depannya, Huawei berharap semua pemangku kepentingan keamanan siber makin mempererat sinergi kolaboratifnya untuk mendukung BSSN sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan siber di Indonesia.
Akhmad Toha, Deputi Bidang Proteksi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menuturkan bahwa keamanan siber menjadi isu strategis di berbagai negara, termasuk Indonesia. Ruang siber Indonesia yang luas, multi dimensi dan multi sektor, serta ancaman serangan yang meningkat, membutuhkan perhatian semua pihak. Dalam hal ini, BSSN juga akan terus mewujudkan Pilar Pertama Strategi Keamanan Siber Nasional, yaitu Ketahanan Siber Indonesia.
“Salah satu tantangan terbesar dalam mewujudkan keamanan siber adalah kompleksitas lanskap yang disebabkan oleh jenis penyerang, dampak yang ditimbulkan serangan, serta target serangan yang sangat beragam di ruang siber,” ujarnya.
Menurutnya, di era digital saat ini, masyarakat memerlukan pengetahuan yang cukup terkait manfaat maupun kerentanan yang ada di ruang siber. Untuk itu, BSSN sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan CyberHub Fest 2021 yang diselenggarakan oleh Direktorat Proteksi Ekonomi Digital BSSN dan Asosiasi Cloud Computing Indonesia yang juga didukung oleh pemangku kepentingan keamanan siber sebagai bentuk kolaborasi bersama dalam rangka meningkatkan efektivitas keamanan siber dan mendorong implementasi keamanan siber sebagai fondasi layanan digital di Indonesia serta standar kepatuhan yang akan menjadi landasan evaluasinya.
“Terima kasih kepada Huawei Indonesia atas alih pengetahuan serta teknologi dan capacity building yang telah dilakukan bersama BSSN ditahun 2020. Kedepan, kami berharap kerjasama ini akan terus ditingkatkan,” ujarnya.
Deputi I BSSN Irjen Pol. Dono Indarto, S.I.K., M.H. mengatakan, BSSN menyelenggarakan kegiatan workshop Indeks KAMI yang berkerjasama dengan Huawei dan ACCI. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman dan penguasaan sumber daya akan pentingnya manajemen keamanan informasi dalam menjaga kelancaran dan keberlangsungan layanan publik, serta memetakan profil risiko penyelenggaraan sistem elektroniknya.
“Kami mengharapkan dengan adanya workshop ini dapat memberikan pencerahan, mendorong dan menambah kesadaran akan pentingnya keamanan siber bagi para penyelenggara sistem elektronik dalam melindungi data, transaksi elektronik dan sistem yang dikelola,” ujarnya. (AC)














