Penelitian yang dilakukan Momentum Works, perusahaan konsultan berbasis di Singapura, mengungkap aktivitas di rumah selama pandemi membuat layanan pesan-antar makanan meningkat hingga naik 183 persen pada 2020 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Laporan Momentum Works berjudul Food Delivery Platforms in Southeast Asia menemukan layanan pesan-antar makanan menunjukkan pertumbuhan dari tahun ke tahun sebesar 91 persen pada 2019 dan 183 persen pada 2020
Chief Operating Officer Momentum Works, Yorlin Ng, dalam temu media virtual, 28/01/201 mengatakan, “Pertumbuhan bisnis layanan pesan-antar makanan mencapai 183 persen pada 2020. Salah satu alasan terbesarnya, kita tahu karena COVID-19, kita semua bahkan hingga saat ini bekerja dari rumah, dan beberapa dari kita tidak punya waktu untuk memasak, ini yang membuat pertumbuhan terus meningkat.
Meski COVID-19 mendorong pertumbuhan layanan pesan-antar makanan, namun pandemi juga menciptakan ketegangan atau “pemicu stres” baru, salah satunya penentuan tarif komisi antara operator layanan makanan dan platform pengiriman makanan.
Hasil lain dari penelitian itu memperlihatkan pandemi dapat memicu gesekan antara platform pengiriman makanan dengan operator logistik. Dengan meningkatnya pengangguran, lebih banyak pekerja terlantar yang beralih ke bisnis pengiriman makanan.
“Hal ini dapat menyebabkan penurunan pendapatan per pengendara, menciptakan gesekan antara pengendara pengiriman makanan dan operator,” jelas Yorlin Ng.
Baca: Layanan GoFood Diklaim Ungguli 46 Aplikasi Dunia
Temuan lainnya yaitu adanya lonjakan volume ditambah dengan penyebaran pesanan secara geografis — beralih dari perkantoran ke daerah pemukiman — yang menguji efisiensi operasional platform pengiriman makanan.
Namun, menjelang akhir 2020, permasalahan soal tarif komisi dan gesekan platform dengan operator logistik sebagian besar telah terselesaikan.
Penelitian itu juga mengungkap bahwa masyarakat Indonesia menghabiskan total 3,7 miliar dolar AS (sekitar Rp52,1 triliun) dalam konsumsi layanan pesan-antar makanan.
Konsumsi tersebut dilakukan melalui dua penyedia layanan pesan-antar makanan terbesar yaitu Grab dan Gojek. Grab memegang 53 persen pangsa pasar layanan pesan-antar makanan di Indonesia, diikuti oleh Gojek sebesar 47 persen. GMV atau gross merchandise volume layanan pesan-antar makanan milik Grab diperkirakan mencapai 5,9 miliar dolar AS (sekitar Rp83,2 triliun) untuk kawasan Asia Tenggara.
Penelitian Food Delivery Platforms in Southeast Asia dilakukan pada 2020 dengan metode yang mencakup wawancara, survei, dan data dari layanan pemantauan pihak ketiga.
Baca: Mitra Merchant GrabFood dan Agen GrabKios Bisa Dapat Pinjaman dari Bank Mandiri














