Didukung kebijakan pemerintah yang kondusif dan meningkatnya permintaan layanan 5G diharapkan mendorong pertumbuhan pendapatan untuk layanan komunikasi seluler di kawasan Asia Pasifik. Menurut estimasi GlobalData total pendapatan pasar layanan komunikasi seluler di kawasan Asia Pasifik diperkirakan mengalami pertumbuhan rata-rata tahunan (compound annual growth rate (CAGR)) pada angka 6,11 persen antara tahun 2022 dan 2025.
“Antara tahun 2022 dan 2025, use case seperti machine-type communications yang massif dan komunikasi rendah latensi yang sangat andal akan membantu dalam menopang pertumbuhan layanan 5G, yang pada gilirannya akan mendorong pasar layanan seluler,” kata Amit Sharma project manager of Telecoms Market Data & Intelligence di GlobalData seperti dilansir DigiTimes.
Dari sisi pendapatan, GlobalData menyebut pasar komunikasi seluler di Asia Pasifik diperkirakan tumbuh dari US $ 300,4 miliar pada 2020 menjadi US $ 404 miliar pada 2025, didukung oleh pertumbuhan penetrasi langganan seluler dan peningkatkan ARPU (average revenue per user).
Pada saat yang sama, segmen layanan data seluler akan menjadi penyumbang pendapatan terbesar bagi pasar layanan seluler secara keseluruhan di Asia Pasifik.
India, umpamanya, negara yang merupakan salah satu pasar telekomunikasi dengan pertumbuhan tercepat, akan mencatat CAGR sebesar 19,8 persen dari sekitar US $ 6,4 miliar pada tahun 2020 menjadi US $ 15 miliar pada akhir tahun 2025 untuk segmen data seluler. Hal itu didorong oleh peningkatan pelanggan smartphone dan peningkatan adopsi layanan 4G dengan ARPU tinggi.
Lebih lanjut GlobalData mengatakan faktor pendorong utama adopsi broadband seluler di wilayah tersebut selama periode estimasi adalah kebijakan pemerintah untuk mempercepat proyek untuk penyebaran broadband nasional, serta peluncuran jaringan LTE dan 5G. (Fauzi)













