Gidionton Saritua, Direktur Eksekutif Transformasi Digital Transjakarta mengatakan, saat ini sekitar 100.000 orang yang mengunduh aplikasi TIJE versi lama. Dia yakin, seiring dengan adanya peningkatan ke versi yang baru, tingkat animo masyarakat terhadap aplikasi TIJE akan lebih tinggi dari sebelumnya.
“Dalam beberapa bulan ke depan, aplikasi TIJE akan kembali mengalami ditingkatkan kualitas. Salah satu fitur yang hendak dikembangkan yaitu berkaitan dengan feedback dari pelanggan. Dalam hal ini, pelanggan bisa melakukan penilaian atau rating kepada bus maupun supir secara digital,” ungkap Gidionton dalam acara peluncuran The Next Level Aplikasi TIJE secara online, 05/02/2021.
“Ini memungkinkan kami untuk terus memperbaiki kualitas sumber daya manusia Transjakarta tanpa harus menyebar kuesioner satu-satu, karena sekarang feedback-nya bisa secara digital,” ungkap dia.
Lebih lanjut, Transjakarta juga akan mengembangkan performa aplikasi TIJE sehingga lebih ramah terhadap penyandang disabilitas.
Salah satu bentuk inovasi yang tengah dikembangkan Transjakarta adalah teknologi notifikasi suara. Sebagai contoh, pelanggan akan diberi notifikasi pengingat (reminder) dalam jarak dua halte sebelum mencapai tujuan akhir perjalanan. Notifikasi tersebut tak hanya dalam bentuk tulisan, melainkan juga dilengkapi dengan audio.
“Alhasil, pelanggan tidak perlu khawatir akan kelewatan dari halte tujuannya. Fitur audio ini tentu ramah dengan masyarakat penyandang disabilitas,” ujar Gidi.
Diberitakan sebelumnya, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) meluncurkan aplikasi TIJE versi terbaru. Terdapat sejumlah fitur menarik yang disajikan oleh aplikasi versi baru tersebut. Aplikasi TIJE baru ini sudah tersedia di platform Google Playstore maupun App Store.














