ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Strategi Penilaian Startup Jadi Kunci Modal Ventura Berinvestasi

Ahmad Churi
19 February 2021 | 11:01
rubrik: Indeks
Strategi Penilaian Startup Jadi Kunci Modal Ventura Berinvestasi
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Itworks- Pesatnya pertumbuhan startup di Indonesia menjadi kesempatan bagi Perusahaan Modal Ventura (PMV) untuk mengeksplor peluang investasi. Strategi dan teknik penilaian yang cermat terhadap startup, menjadi kunci investor dalam memilih tujuan investasinya.

Pandemi turut menjadi pembelajaran sekaligus filter bagi investor dalam mengamati ketangguhan bisnis di market, termasuk peluang investasi dan pendanaan di pasar bisnis start up yang banyak bermunculan di era digital ini. Banyaknya start up juga menjadi peluang bagi modal ventura untuk ikut membenamkan invesasinya. Meski demkian mengingat banyaknya start up, diperlukan kejelian terdendiri.

“Strategi dan teknik penilaian yang cermat terhadap start up bisa menjadi kunci bagi investor dalam memilih tujuan investasi,” kata Andreas Surya Wakil Sekjen Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (AMVESINDO) dalam program AMVESINDO Institute 2 “Strategi dan Teknik Menilai Kelayakan Startup” yang digelar secara virtual yang dilansir dalam siaran pers, di Jakarta, baru-baru ini.

AMVESINDO merupakan asosiasi yang menaungi perusahaan modal ventura, perusahaan rintisan (startup) yang memiliki izin usaha dan juga perusahaan lainnya yang terlibat di ekosistem modal ventura dan startups di Indonesia. Asosiasi ini telah berdiri sejak 2016.

AMVESINDO menilai, setiap startup memiliki potensi risiko dan reward masing-masing. Tidak semua bisnis yang tergolong investable pasti menjadi tujuan investasi PMV. “Investor cenderung sudah punya target yang spesifik, dan kini semakin mencari inovasi yang mampu berdampak bahkan merubah selera dan perilaku masyarakat.” kata Andreas Surya dalam program AMVESINDO Institute 2 yang digelar secara virtual pada 10 Februari lalu.

Lebih lanjut dikatakan, PMV umumnya sudah memiliki mindset dalam mencari startup. Pertama bisnis model harus scalable, dimana startup dapat meningkatkan cakupan bisnis dengan baik tanpa disertai peningkatan biaya yang tinggi. Kedua repeatable, bisnis tidak hanya berjalan dalam satu siklus tertentu, dan ketiga hyper-growth yaitu mampu menunjukkan pertumbuhan yang super cepat.

BACA JUGA:  HTC Corp Tunjuk Manu Seth Pimpin Pemasaran di Asia Selatan

Apsek Penilaian Kelayakan Startup

Disebutkan, aspek penilaian dan kelayanan Startup bisa dilakukan melalui 4P: yakni pendiri, pasar, produk, dan performa. Bermula dari mindset tersebut, investor kemudian merumuskan aspek penilaian dan uji kelayakan terhadap startup dengan komprehensif.

Pertama, menilai pendiri dan kapabilitas dan passion mereka dalam menjalankan startup ini. Biasanya PMV akan melakukan background check dari founders terkait kinerja dan pengalaman mereka. Aspek ini sangat krusial dalam menilai startup tahap awal, karena pendiri menjadi risiko sekaligus faktor pendukung terbesar bagi suksesnya startup meluncur ke depannya.

“Karena tahap ini sangat subjektif, setidaknya ada tiga tahapan riset yang bisa dilakukan investor untuk aspek ini, pertama, lakukan studi internal seperti desk study tentang lanskap industri dan market untuk mengukur apakah founders mampu bersaing di battlefield ini. Lalu, perbanyak interaksi langsung dengan founders, klarifikasi dari informasi yang kita terima, lihat produknya, lihat customer journey-nya, prosedur internalnya, lalu terakhir, sempatkan untuk reference check ke rekan bisnis, investor terdahulu, dan karyawan sebelumnya dari founders tersebut. Selalu ada celah untuk ditelusuri.” terang Andreas.

Kedua adalah menilai pasar atau market sizing, apakah potensi pasarnya besar, mampu berkembang, serta timing pasar yang tepat. Untuk menggali penilaian dengan lebih objektif, PMV akan berbicara dengan pemain di pasar tersebut untuk mengetahui persepsi, tingkat kepuasan, dan minat mereka terhadap startup ini.

Ketiga adalah menilai produk, produk yang ditawarkan harus memiliki unique value proposition (USP) yang jelas serta diferensiasi dengan kompetitor. Saat menilai startup tahap awal, biasanya investor tidak punya cukup data terkait biaya dan profitabilitas. Penilaian akan mengandalkan aspek-aspek kualitatif, atau hanya bisa membandingkan dengan proxy data (mis. Jumlah download) dan benchmark dengan bisnis serupa. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi investor saat harus menilai startup dengan data kuantitatif yang minim.

BACA JUGA:  ZTE Blade S6 Miliki Octa-Core 64-bit & Android Lollipop

Terakhir, investor akan menilai performa operasional dan finansial. Di tahap ini, PMV semakin kritis terhadap kemampuan eksekusi startup, mulai dari laporan keuangan historis, proyeksi, unit ekonomi atau struktur biaya, dan potensi profitabilitas. Potensi startup untuk exit juga menjadi faktor pertimbangan investasi.

Menyamakan visi

Dari perspektif PMV spesialis pendanaan mikro yang kerap menyasar bisnis non-teknologi dan UMKM. Dalam kaitan ini, Chrismanto Saragih Ketua III AMVESINDO menekankan pentingnya menyamakan visi dan misi antara investor dan calon investee. Misalnya, ada tipe impact investor yang tidak hanya menilai aspek profitabilitas saja namun juga melihat dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan dari sebuah bisnis bagi masyarakat. Sebagai contoh, salah satu PMV mikro dengan visi ini pernah berinvestasi ke rumah sakit khusus yang akan dibangun dan memiliki rencana dapat melayani 70% pasien BPJS.

Kemudian dalam menilai kelayakan bisnis, PMV mikro juga menyorot pentingnya melakukan penilaian langsung ke lapangan. Informasi on paper umumnya terlihat bagus, namun sebaiknya tetap harus melakukan validasi langsung. “Kami punya pengalaman dengan calon investee di Jawa Tengah dari sektor pertanian, yang melakukan produksi dan pemasaran beras organik secara terintegrasi. Kita lakukan penilaian langsung secara end-to-end mulai dari lihat proses pembuatan dan pabrik pupuknya, pengelolaan sawah, berdialog dengan petani dan pengelola pabrik pupuk, kita juga cek lahannya, karena kalau melalui paper saja tidak bisa kita yakini 100%.” tandas Chrismanto. (AC)

Tags: Startup peluang investasi
Previous Post

Perlu Diketahui, Bocoran Aturan Bank Digital yang Sedang Digarap OJK

Next Post

Dukung Gernas BBI 2021, BliBli Luncurkan Laman Khusus #BeliKreatifDanauToba

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: PA Metro Kelas IA Perkuat Transformasi Digital untuk Perluas Akses Layanan Peradilan

TOP Digital Awards 2026: PA Metro Kelas IA Perkuat Transformasi Digital untuk Perluas Akses Layanan Peradilan

Mi’roji
28 September 2026 | 15:49

TOP Digital Awards 2026: Aplikasi SITUNTAS, Inovasi Andalan PA Jakpus Tingkatkan Layanan Masyarakat

TOP Digital Awards 2026: Aplikasi SITUNTAS, Inovasi Andalan PA Jakpus Tingkatkan Layanan Masyarakat

Ahmad Churi
22 September 2026 | 16:46

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

Fauzi
17 September 2026 | 23:06

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

Fauzi
11 September 2026 | 22:31

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

Ahmad Churi
11 September 2026 | 22:27

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Diperkenalkan, Ini yang Ditawarkan Lenovo Qira

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tips BNI Sekuritas: Swing Trading Bisa Jadi Alternatif Investor Pemula

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Twilio Bagi Tips Strategi Pemasaran di Era Bisnis Berbasis Data

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anker Hadirkan Power Bank Ultra-Slim dengan Pengisian Magnetik Qi2

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto