ItWorks- Mal Pelayanan Publik (MPP) Smart Salatiga baru saja diresmikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo, pada Jumat (19/03). Dilengkapi sistem teknologi informasi (TI) terpadu, MPP ini juga memberikan perhatian lebih pelayanan publik bagi kelompok rentan.
“Kehadiran MPP Kota Salatiga ini kami harapkan bisa turut menggerakkan roda perekonomian daerah Kota Salatiga dan Jawa Tengah,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo, saat memberikan sambutan pembukaan peresmian MPP Salatiga, dirilis Humas KemenPANRB, baru-baru ini,
Usai memberikan sambutan, Menteri Tjahjo melakukan penandatanganan prasasti dan menekan tombol sirine tanda diresmikannya MPP Salatiga. Selanjutnya Menteri Tjahjo didampingi Deputi Diah Natalisa bersama dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wali Kota Salatiga Yuliyanto meninjau sejumlah layanan di MPP ke-37 di Indonesia ini.
Semantara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Salatiga Nugroho Agustiono, secara terpisah menyatakan, dengan sistem layanan berbasis TI, siapa pun yang datang akan dilayani secepat mungkin sesuai dengan SOP (standar operasional prosedur). Termasuk bagi kaum rentan, bahkan dengan perhatian lebih.
“Ini amanah dari undang-undang dan ketentuan Direktorat Dukcapil Pusat, dimana mengamanatkan pada kami untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat tanpa diskriminasi. Siapapun yang datang kita layani secepat mungkin sesuai dengan SOP. Termasuk kaum rentan seperti difabel,” ujarnya.
Dalam hal ini, MPP Salatiga didukung dengan sarana dan prasarana yang memudahkan akses masuk dan keluar gedung, seperti kursi roda dan jalur landai.
Pelayanan prima yang dilakukan oleh MPP SMART Kota Salatiga untuk kelompok rentan Salatiga diceritakan oleh Kadarsih, salah satu pengunjung MPP. Ia datang pertama kalinya untuk mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) anaknya, Erli.
Dengan bantuan dari petugas, Erli dapat melakukan perekaman dan pengambilan biometrik serta foto diri. Waktu yang dihabiskan selama pendataan hingga KTP sampai di tangan Erli tidak lebih dari 15 menit. Selain itu, Erli dan keluarganya juga mendapatkan pembaruan Kartu Keluarga usai menerima KTP.
Menurut Kadarsih, pelayanan yang diberikan oleh petugas sangat menyeluruh. Erli dapat menggunakan fasilitas kursi roda serta mendapatkan pendampingan selama proses pelayanan berlangsung.
Disdukcapil yang ada di MPP SMART juga memiliki peralatan yang portabel sehingga memudahkan melakukan pelayanan dimanapun dan kapanpun menyesuaikan situasi pengguna. Apabila ada warga yang menghendaki pelayanan dilakukan di lokasi dimana mereka tinggal, maka petugas dari Disdukcapil akan datang.
Ditambahkan, kata SMART dalam MPP Kota Salatiga memilki dua arti. Pertama, MPP tersebut mengusung visi Kota Salatiga yakni sejahtera, mandiri, dan bermartabat. Kedua, SMART juga berarti budaya kerja yang dalam bahasa Jawa adalah sembada (pantang menyerah), andarbeni (rasa memiliki), resik (bersih), dan tresno (cinta). “Itu yang melandasi budaya melayani kami. Kami ingin melayani yang sebaik-baiknya, setulus-tulusnya, tanpa mengharapkan imbalan,” terangnya. (AC)














