
Sesuai tema bertajuk ‘Implementasi dan Pemanfaatan TI di Kominfo’ yang diangkat pada sesi wawancara dan penjurian Top Digital Awards 2020, terungkap banyak hal menarik terkait inovasi yang telah dihasilkan oleh Pusat Data dan Sarana Informatika (PDSI) Kementerian Kominfo.
Indeks Penerapan SPBE
Pertama, terkait dukungannya terhadap Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), dalam dua tahun berturut-turut PDSI memperoleh nilai sangat baik. “Pada tahun 2018 kami memperoleh skor 3,53 (sangat baik), pada tahun 2019 kami memperoleh perbaikan nilai menjadi 3,71 (sangat baik). Jadi, kalau dari Perpres SPBE sendiri targetnya 2,6 (sangat baik), dan kami sudah melampaui (dengan) nilai yang sangat baik,” ungkap Akhda Afif dari PDSI yang ditunjuk sebagai perwakilan dari kalangan milenial di Kominfo.
Lantaran sukses PDSI dalam memperoleh nilai indeks ‘Sangat Baik’ dalam penerapan SPBE, maka pada tahun 2020 Kominfo tidak menjadi lokus penilaian, atau akan dinilai lagi pada tahun 2021. Sebagaimana terungkap dalam rencana strategisnya di 2020-2024, selain memiliki tugas proses digitalisasi administrasi dan layanan publik di internal Kementerian Komunikasi dan Informatika, nilai indeks SPBE juga menjadi target PDSI yang di tahun 2024 diharapkan bisa memperoleh nilai 4,5.
”Jadi, dua hal itu menjadi target yang diberikan kepada PDSI oleh Kemkominfo,” jelas Afif.
Transformasi Digital
Dalam hal kebijakan transformasi digital, dalam skala nasional Kominfo memiliki empat garis besar, antara lain Infrastruktur TIK, Data Center Nasional dan Implementasi SPBE, Digital Talent Scholarship, dan yang keempat Farming dan Refarming Spektrum Frekuensi.
Di Infrastruktur TIK sendiri, kata Afif, Kominfo (memiliki) beberapa target utama untuk penyediaan BTS USO, kemudian akses internet dan penyiaran digital yang ditargetkan sampai 2024. “Misalnya, (untuk) BTS USO kita ditargetkan sampai 2024 ada 9510 BTS,” tandasnya.
Adapun untuk data center nasional kebijakan yang dikembangkan adalah Clearence Server dan Aplikasi. Hal ini dilakukan agar secara nasional tidak ada lagi tumpang tindih pengadaan data center, server, kemudian aplikasi yang sebetulnya bisa digunakan berbagai partai. “Dan pada 2024 target utamanya adalah Pusat Data Nasional yang beroperasi secara penuh,” ungkap Afif.
Sementara dalam urusan pengembangan talenta-talenta digital (SDM digital), Kominfo akan mewujudkannya dalam dua kegiatan utama. Pertama dengan Digital Scholarship yang akan memberikan pelatihan untuk 9 juta orang dengan berbagai topik, seperti cyber analytics, cyber security, IoT, Artificial Intelligence, sampai dengan Machine Learning. Yang kedua adalah dengan peningkatan literasi digital bagi masyarakat Indonesia yang ditargetkan pada 2024 ada sekitar 50 juta.
Berkaitan dengan Farming dan Refarming Spektrum Frekuensi. Dalam hal ini Kominfo mendorong penerapan teknologi yang berorientasi support 5G.
Pembangunan Ekosistem Ekonomi Digital
Seiring dengan pertumbuhan ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak roda perekonomian Indonesia, pemerintah bersama marketplace menargetkan 8 juta UMKM Go Online melalui Gerakan Nasional Ayo UMKM Jualan Online.
”Jadi, Kominfo memfasilitasi pelaku-pelaku usaha UMKM untuk berkolaborasi dengan e-commerce yang ada di Indonesia. Dan sampai (Oktober) 2019 ada 9,6 juta. Sampai dengan 2020 ini data yang kami peroleh ada 39 ribu tambahan juga untuk UMKM yang bergabung,” jelas Afif.
Gerakan nasional 1000 startup digital merupakan langkah Kominfo dalam pembangunan ekosistem ekonomi digital. Seperti diketahui menurut prediksi Indonesia memiliki nilai ekonomi digital yang mencapai AS$ 130 milliar di tahun 2020.
“Jadi, (program) ini mendorong masyarakat, khususnya generasi muda untuk mewujudkan potensi Indonesia menjadi Digital Energy of Asia. Supaya membentuk startup-startup yang berskala besar (yang disebut dengan istilah unicorn). Ini sudah dimulai sejak tahun 2016 dan masih berlanjut sampai dengan 2020 ini,” ungkap Afif.
Inovasi dalam Penanggulangan Covid-19
Khusus dalam pandemi Covid-19, Kominfo telah melakukan beberapa. Sebut saja dalam Ujian Radio Elektronika dan Operator Radio (REOR) yang dilakukan secara jarak jauh. Kemudian ada juga Uji Laik Operasi (ULO) Telekomunikasi melalui video conference.
“Dan beberapa yang popular, seperti aplikasi PeduliLindungi sebagai aplikasi penanganan penyebaran COVID-19 resmi dari Pemerintah. Dan juga kami menyediakan ChatBot WA untuk informasi Covid-19. Dengan berkontak di sini nanti informasi-informasi terbaru bisa direspon secara otomatis oleh ChatBot WA tersebut,” jelas Afif.
Selain itu, di internal Kominfo sendiri dalam melawan Covid-19, PDSI juga telah membangun portal internal. Sementara untuk keperluan eksternal, PDSI telah Widget Covid-19 (Diseminasi Informasi) yang dipasang di website-website resmi Kementerian/Lembaga/Pemerintah provinsi, kota, atau kabupaten.
Tidak berhenti sampai di situ, masih ada inovasi lain yang dilahirkan PDSI ketika penerapan PSBB di Jakarta, seperti Virtual Experience Museum Penerangan dan 360° Virtual Tour Museum Penerangan yang merupakan inovasi pelayanan di era New Normal agar tetap bisa berkunjung dan menikmati koleksi Museum Penerangan secara virtual.
Inovasi Lainnya
Di luar penanggulanan Covid-19, PDSI juga masih memiliki inovasi-inovasi lainnya seperti mendorong layanan publik yang transparan dan akuntabel, melalui Otomatisasi Perizinan, kemudian ada Registrasi kartu Pra Bayar, yang berikutnya TKDN untuk perangkat LTE, dan Reformasi Regulasi Kebijakan. Adapun yang terkait terkait layanan publik ini Kominfo sudah support open single submission yang sebelumnya pada versi 3.0 yang sekarang kita sudah memfasilitasi versi 4.0 (versi terbaru). Kemudian proses perizinan yang sebelumnya membutuhkan (waktu) lama sekarang sudah one day services (ODS). Juga, penggunaan tanda tangan elektronik yang memudahkan proses legalisasi perizinan.
“Salah satu transformasi di layanan publik ini sudah ada penggunaan sistem layanan pengaduan yang terintegrasi, yakni di siap.kominfo.go.id. Jadi, ini merupakan rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan untuk peningkatan layanan di Kemkominfo yang berhasil diwujudkan oleh PDSI. Salah satu jendela untuk melihat layanan, secara umum kita menyiapkan layanan di layanan.kominfo.go.id. Jadi, dari situ juga (kita) dapat mengetahui apa saja layanan yang diberikan oleh Kominfo dan kemudian bagaimana tata caranya,” tandas Afif.
Tidak ketinggalan ada juga inovasi Kominfo seperti aduankonten.id, yang menjadi media pengaduan konten negative. Kemudian ada cekhoaks.id, untuk pengecekan dan konfirmasi hoaks yang ada di Indonesia. Dan cekrekening.id, untuk pengecekan dan pengumpulan database rekening bank yang terindikasi tindak pidana. (Fauzi)














