Jakarta, ItWorks- Bisnis hospitality, termasuk sektor perhotelan mengalami tekanan berat sejak terjadi pandemi covid-19. Namun demikian, jaringan OYO, startup digital pemesanan layanan hotel, mampu bertahan dengan rata-rata occupancy hunian mencapai hingga 85%.
Tak hanya tingkat hunian kamar yang meningkat, di tengah pandemi ini, OYO bisa menambah lebih dari 350.000 kamar secara global dan saat ini telah mencapai 45.000 kamar di Indonesia. Selain itu, tingkat hunian hotel-hotel OYO secara global juga meningkat 6%, atau mencapai 85% dari periode sebelum pandemi. Hal ini menunjukkan adanya kinerja yang lebih baik dari beberapa industri lain.
Pada sesi webinar bersama para mitra di Indonesia (18/3), Ritesh Agarwal, Pendiri & Group CEO OYO Hotels & Homes mengungkapkan, bisnis OYO terus berada pada jalur pemulihan, dengan laba kotor saat ini yang sudah melampaui level pra-COVID (Januari 2020). Secara global, tarif kamar yang dijual OYO juga telah meningkat lebih dari 5% selama pandemi.
“Kami akan terus berusaha untuk menghasilkan pendapatan bagi mitra secara maksimal, terutama melalui pemesanan kamar hotel di aplikasi OYO. Kami juga terus mengamati kondisi pasar dan optimis akan kembalinya geliat industri ini dalam lima hingga enam bulan ke depan. Terlebih dengan perkembangan vaksinasi untuk masyarakat yang menjadi angin segar bagi industri pariwisata di Indonesia,” ujarnya dilansir dalam siaran pers, di Jakarta, baru-baru ini.
Lebih lanjut dikatakan, salah satu fokus OYO untuk tetap bertahan di tengah tekanan industri adalah dengan menghadirkan strategi bisnis terbaik bagi keberlangsungan bisnis seluruh mitra. Termasuk terus menganalisis performa dari setiap properti agar terus mendapatkan tingkat hunian yang maksimal.
Berbagai inisiatif dilakukan OYO selama pandemi, termasuk inisiatif layanan isolasi mandiri, yang terbukti telah meningkatkan tingkat hunian sebesar 80-90% selama masa pandemi pada beberapa properti. Selain itu, berbagai inisiatif yang berkolaborasi dengan para Online Travel Agents (OTA) juga berhasil meningkatkan Gross Merchandise Value (GMV) mitra hotel yang berpartisipasi hingga lebih dari 50%.
Agus Hartono Wijaya, Country Head OYO Indonesia mengatakan, mewakili OYO pihaknya mengucapkan terima kasih serta apresiasi para mitra atas kepercayaan yang diberikan, sehingga semua mampu terus tumbuh secara perlahan di tengah tantangan industri saat ini.
Dalam menghadapi performa yang turun signifikan selama pandemi, OYO secara konsisten menganalisis performa dari setiap properti dan menghadirkan kerjasama bisnis terbaik bagi seluruh mitra. Mulai dari menstimulasi permintaan, hingga memformulasi strategi agar mereka terus mendapatkan tingkat hunian yang maksimal. “Tentu kami tidak dapat melakukan ini sendiri tanpa dukungan dan kerja sama yang baik dengan para mitra kami,”ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap para mitranya, juga dilakukan ajang penghargaan Mitra OYO atau Partner Awards yang telah dilaksanakan pada Februari 2021 lalu. Partner Awards merupakan apresiasi terhadap mitra-mitra hotekami yang terus berjuang bersama kami melewati masa sulit ini.
Ajang penghargaan ini berlaku untuk semua properti OYO di Indonesia dari 10 wilayah hub operasionalnya, Bali & Nusra, Jawa Timur, Jawa Tengah & Jogja, Jawa Barat, Jabodetabek, Sumatra Tengah, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Kalimantan, dan Sulawesi. (AC)














