Itworks- Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus berupaya mempercepat konektivitas digital dengan membangun dan menggelar infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dari hulu hingga hilir yang saat ini juga sudah menjangkau hinga wilayah 3 T (tertinggal, terdepan,terluar). Dengan ketersediaan infrastruktur ini, pemerintah juga mulai memfokuskan utilisasi infrastruktur ini agar bisa digunakan seoptimal mungkin untuk mendukung berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan ekonomi agar bisa cepat bangkit dari dampak pandemi Covid-19.
“Membangun infrastruktur pasif saja tidak cukup. Kita harus memastikan pembangunan infrastruktur ini bisa ditindaklanjuti untuk menghasilkan infrastruktur aktif, sehingga 4G coverage sinyalnya bisa betul-betul rill hadir di wilayah-wilayah kerja yang sedang kita lakukan. Ini agar utilisasinya menjadi lebih baik dan memebrikan banhyak manfaat bagj masyarakat,” papar Menteri Kominfo, Johnny G. Plate dalam pembukaan Kick-off Meeting “Langkah-langkah Implementasi Program Infrastruktur BTS dan Pola Bisnis BTS, di Denpasar Bali, (25/03), dilansir dalam siaran pers, baru-baru ini.
Dalam kesempatan itu, Menteri Johnny juga mengungkap arahan Presiden Joko Widodo mengenai peningkatan utilisasi infrastruktur TIK, terutama utilisasi backbone broadband Palapa Ring. Ditegaskan bahwa kepastian pembangunan fisik secara pasif juga harus ditunjang dengan kepastian menghadirkan sinyal 4G. Sehingga melalui pembangunan infrastruktur aktif menjadi tugas bersama antara Kementerian Kominfo dan mitra kerja. “Untuk itu harus dicarikan semua cara dan jalan yang dimungkinkan untuk memastikan peningkatan utilisasi, termasuk penambahan atau melengkapi networking infrastruktur itu sendiri dalam rangka konektivitas nasional.” jelasnya.
Dalam rapat itu, Menteri Johnny menyatakan Kementerian Kominfo pada tahun 2021 dan 2022 mempunyai tugas besar di empat aspek. Menurut Menteri Johnny empat aspek tersebut merupakan pembangunan infrastruktur dari hulu sampai ke hilir. Selain utilisasi, aspek lain adalah pemerataan infrastruktur TIK, tata kelola data, dan digitalisasi penyiaran.
Mengenai pemerataan ketersediaan infrastruktur TIK, Menkominfo menyebutkan pembangunan Base Trasnsceiver Station (BTS) merupakan infrastruktur hulu atau pembangunan fisik teresterial telekomunikasi ground segment yang akan dibangun dengan semua perangkatnya.
“Tahun 2021 ada 4.200 BTS untuk 4.200 desa dan kelurahan di wilayah 3T, dan tahun depan 2022 3.704 BTS untuk 3.704 desa dan kelurahan di wilayah 3T. Satu desa 1 BTS, satu Kelurahan 1 BTS,” jelasnya. (AC)














