ItWorks- Selain Kota Surabaya dan Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Sidoarjo menjadi pionir dalam penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik (MPP) di Jawa Timur yang didukung dengan berbagai aplikasi berbasis teknologi informasi (TI) terpadu. Jenis pelayannya pun terus ditingkatkan yang saat ini sudah mencakup 177 jenis layanan.
“Kami berharap agar Sidoarjo dapat terus bersinergi terus mengembangkan dan menggali potensi inovasi pelayanan yang ada,” ungkap Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Diah Natalisa dalam arahannya saat melakukan kunjungan kerja ke MPP Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, (27/03), dilansir dalam rilis pers Humas KemenPANRB, baru-baru ini,
MPP Kabupaten Sidoarjo telah diresmikan sejak tahun 2019 lalu. Saat ini, di dalam MPP Sidoarjo telah bergabung sebanyak 24 instansi dan 177 jenis layanan. Terdapat dua layanan yang baru, yakni layanan dari Kejaksaan serta dari Kepolisian. Ada SIM dan SKCK Corner secara lantatur (drive thru).
Untuk menjaga eksistensinya dalam memberikan kualitas pelayanan terbaik kepada masyarakat, Deputi bidang Pelayanan Publik KemenPANRB, Diah Natalisa mendorong pusat layanan publik ini untuk terus melakukan inovasi. “Untuk tetap mewujudkan pelayanan publik yang prima tidak dapat dilakukan dengan hanya patuh melaksanakan ketentuan-ketentuan pelayanan, namun juga penting untuk berinovasi sebagai terobosan untuk menjaga eksistensi penyelenggaraan layanan di MPP Kabupaten Sidoarjo ini,” ujar Diah.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah beberapa kali memperoleh Top Inovasi pada KIPP, antara lain Pelayanan Paket Perizinan Online dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kab. Sidoarjo yang mendapatkan Top 99 tahun 2014, Sidoarjo Maternal dan Neonatal Emergency SMS Gateway (Si MaNEiS) dari RSUD Kabupaten Sidoarjo yang mendapatkan Top 99 tahun 2016, dan SIPEKAT: Sistem Pengelolaan Kenaikan Pangkat dari Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sidoarjo yang mendapatkan Top 99 tahun 2017.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menjelaskan upaya untuk memadukan pelayanan dari pemerintah pusat, daerah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), maupun swasta telah dilakukan secara terus-menerus. “Hingga saat ini tidak kurang dari 300 inovasi telah berjalan dan tersebar di seluruh perangkat daerah dan unit pelayanan publik lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo,” ungkapnya.
Terkait layanan ini, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sidoarjo berhasil menjadi satu dari 16 yang memperoleh predikat A atau pelayanan prima di Indonesia. Diharapkan penghargaan tersebut menjadikan Sidoarjo sebagai role model pelayanan perizinan satu-satunya di Jawa Timur yang mendapatkan kategori pelayanan prima. (AC)














