PT Sinergi Solusi Digital Tbk (WIFI) atau Surge, perusahaan ekosistem digital terintegrasi, telah mempersiapkan sejumlah dukungan dengan konsep Solusi-Preneur untuk semakin mengoptimalkan percepatan adopsi internet sekaligus juga transformasi digital di Indonesia.
Pandemi COVID-19 yang masih berlangsung memberikan pengaruh besar pada adaptasi penggunaan internet oleh masyarakat. Dengan sebagian besar kegiatan bekerja, sekolah dan beribadah dilakukan di rumah, masyarakat kian terdorong untuk memanfaatkan layanan digital dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Riset McKinsey menunjukkan sebesar 71 persen konsumen global memilih tawaran dari model ekosistem digital terintegrasi, dimana potensinya mencapai US$ 60 triliun pada tahun 2025.
Menurut Hermansjah Haryono, CEO Surge, suatu ekosistem digital terintegrasi akan mampu mempercepat transformasi digital sehingga dapat memberikan manfaat lebih bagi masyarakat luas.
Sebagai solusi-preneur atau enabler dari transformasi digital di Indonesia, Surge memiliki tiga pilar ekosistem digital, yakni periklanan digital, pengembangan aplikasi, dan juga infrastruktur jaringan internet.
“Kami fokus untuk mendorong digitalisasi lingkungan publik melalui pengembangan konsep offline-to-online aset media, serta pengembangan aplikasi smartphone yang didukung jaringan infrastruktur internet yang dijalankan secara terpadu dan mandiri,” jelasnya lewat siaran pers, 16/05/2021.
“Transformasi digital menjadi sangat penting karena mampu meningkatkan potensi ekonomi,” tegasnya.
Surge melalui layanan dan anak usaha telah menghadirkan aplikasi yang memberikan nilai tambah di berbagai aspek kehidupan masyarakat, sambil menumbuhkan bisnisnya lewat integrasi ekosistem yang dibangun.
Pertama, LiniPoin, aplikasi loyalty bagi para pengguna commuter line Jabodetabek.
Kedua, digitalisasi pasar melalui akses wifi gratis dan fasilitas periklanan digital bagi para pedagang di 13 pasar tradisional di bawah naungan PD Pasar Jaya.
Ketiga, pengembangan beragam aplikasi lainnya seperti Laper Nih (aplikasi pengantaran makanan), MuslimApp (aplikasi muslim), SobatTani (aplikasi yang membantu pemasaran hasil panen), dan lain sebagainya.
Berbagai layanan tersebut juga didukung oleh layanan wifi gratis dan jaringan fiber optik, yang mana model bisnis ini tak hanya memungkinkan perusahaan untuk mewujudkan misi untuk masyarakat bisa menikmati internet secara gratis tetapi juga menghasilkan revenue positif bagi kemajuan dan pengembangan bisnis perseroan ke depan.
Secara berkelanjutan, Surge akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendorong percepatan transformasi digital layanan publik.
“Tahun ini kami fokus pada pembangunan jaringan fiber optic yang berkualitas dan berkapasitas besar di sepanjang jalur rel kereta milik PT Kereta Api Indonesia di Pulau Jawa. Pembangunan jaringan ini akan membantu proses fiberisasi bagi operator-operator telekomunikasi dengan penerapan teknologi baik 4G maupun 5G pada waktu dekat,” ungkap Hermansjah.
Dari potensi pertumbuhan bisnis di tahun ini, Surge optimis akan lebih baik. Hermansjah yakim kombinasi pilar bisnis Surge akan memberikan perusahaan potensi pemasukan yang bersifat pendapatan tetap (jaringan infrastruktur) dan potensi bisnis advertising dan digital yang tidak terbatas potensinya.
Dengan kombinasi portofolio aplikasi digital dan infrastruktur periklanan dari Surge, ia perkirakan telah dapat menjangkau lebih dari 150 juta orang per hari.














