BukuKas, startup solusi digital untuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di Indonesia, baru saja mengumumkan pendanaan Seri B sebesar US$50 juta (setara Rp709 miliar).
BukuKas adalah startup teknologi yang mendukung UMKM Indonesia dalam mengelola dan mengatur bisnis mereka secara sederhana dan lebih pintar, menghemat waktu sehingga mereka dapat mengembangkan bisnis mereka dan memberikan apresiasi terhadap komunitas.
Perusahaan ini didirikan bulan Desember 2019 oleh pengusaha Krishnan Menon dan Lorenzo Peracchione, yang awalnya diinkubasi oleh Whiteboard Capital. Kedua founder tersebut pertama kali bertemu saat bekerja di Lazada Indonesia pada tahun 2012.
Aplikasi BukuKas menawarkan solusi gratis bagi para pebisnis untuk mengatur pembukuan, inventaris dan pembayaran secara digital. Inovasi ini memperbolehkan jutaan pemilik bisnis dari berbagai industri (F&B, Fashion, toko seluler) untuk menghemat waktu dan mendapat gambaran jelas mengenai hal-hal yang mendorong profit dan arus kas, dan meningkatkan performa bisnis mereka dengan aktif.
Lewat siaran pers, 18/05/2021, COO dan Co-Founder BukuKas, Lorenzo Peracchione mengatakan, “Indonesia merupakan rumah bagi lebih dari 60 juta UMKM yang menghasilkan lebih dari 60% PDB negara. Pelaku usaha kecil terus berupaya mencari solusi digital sederhana untuk masalah sehari-hari mereka, mulai dari mempermudah arus kas mereka hingga menghasilkan dan menangani lebih banyak pesanan WhatsApp.”
“BukuKas ingin menjadi mitra ekosistem pebisnis pilihan untuk membantu pemilik usaha kecil berkembang dan tumbuh di era digital ini. Sejalan dengan peluncuran BukuKasPay, kami akan terus membangun kepercayaan dari pengguna BukuKas dan mendukung mereka dengan solusi perbankan dan perdagangan yang menyeluruh dalam waktu dekat.”
Baca: Raih Suntikan Dana Rp709 Miliar, BukuKas Makin Pede Akselerasi Digital UMKM Indonesia
Hingga April 2021, BukuKas telah berhasil merangkul 6,3 juta pemilik toko dan pelaku usaha kecil ke dalam platformnya. Startup ini juga memiliki 3 juta pengguna aktif bulanan (Monthly Active Users/MAU), dengan akumulasi pencatatan nilai transaksi tahunan senilai hampir US$25,9 miliar (sekitar Rp360 triliun) setiap tahunnya, atau setara dengan 2,2% dari PDB Indonesia.
Pada akhir 2022, BukuKas menargetkan untuk menggandeng sejumlah 20 juta pelaku UMKM ke dalam platform mereka.
Pada September 2020, BukuKas juga telah mengambil beberapa langkah strategis dimana mereka mengakuisisi aplikasi buku besar digital ‘Catatan Keuangan Harian’ untuk memperluas pangsa pasar mereka.
BukuKas kemudian meluncurkan platform pembuatan toko online ‘Tokko’ guna memfasilitasi pelaku bisnis agar dapat berjualan secara lebih efektif di saluran perdagangan sosial dan mendigitalisasi toko mereka. Setelah 6 bulan berjalan, Tokko telah dimanfaatkan oleh 1,3 juta pelaku bisnis kecil dan menengah.
Baca: Survei Ini Membuktikan Marketplace Membantu UMKM Berjualan di Masa Pandemi















