Ding, perusahaan penyedia layanan top-up seluler, baru-baru ini mempublikasi Global Prepaid Index (GPI), penelitian yang dilakukan Ding setiap dua tahun untuk melihat perkembangan pasar prabayar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
“Penelitian tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan ekonomi prabayar karena pilihan, bukan karena kebutuhan, dan pasar prabayar memikat banyak orang dari semua tingkat pendapatan mereka. Prabayar memberikan fleksibilitas, transparansi yang lebih baik, serta kontrol keuangan yang lebih baik,” kata Founder dan Chief Executive Ding Mark Roden lewat siaran pers, 02/06/2021
Untuk pasar Indonesia, penelitian Ding menemukan sejumlah hal yang menarik:
- Banyak orang Indonesia menggunakan layanan prabayar, karena membantu masyarakat menyesuaikan pengeluaran dengan pendapatan secara lebih mudah.
- Dari total 350 juta pengguna layanan seluler, tercatat sebesar 97 persen atau 340 juta menggunakan layanan prabayar dan itu menunjukan minat yang tinggi di kalangan masyarakat Indonesia.
- Orang Indonesia menjadikan layanan prabayar sebagai sesuatu yang penting untuk memastikan konektivitas layanan seluler tetap terjaga dan memudahkan proses komunikasi atau silaturahmi dengan keluarga. Itu karena di masa pandemi COVID-19, layanan digital menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan untuk memastikan komunikasi dapat terus terjalin antarsatu orang dengan yang lainnya mengingat pembatasan masih tetap berjalan sehingga perjalanan ke luar kota atau negeri bukanlah suatu hal yang mudah.
- Responden Indonesia mengungkapkan bahwa aktivitas yang paling mereka nantikan saat sudah diperbolehkan kedepannya adalah menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman. Namun dengan adanya ketidakpastian terkait aturan perjalanan serta tantangan yang dihadapi seusai COVID-19 ke depannya, pulsa seluler dan konektivitas digital akan terus menjadi penting dan dibutuhkan.
- Kegiatan saling mengirim pulsa menjadi sesuatu yang cukup digemari oleh masyarakat Indonesia. Selain sebagai cara menunjukan tanda kasih,berkirim pulsa dianggap sebagai pengalaman positif yang menarik.
- Penggunaan aplikasi digital untuk mengirim pulsa menjadi metode favorit di 2020 lalu untuk mendukung kegiatan saling mengirim pulsa, setidaknya 64 persen penduduk Indonesia mengakui hal itu di dalam riset GPI 2021.
- Produk prabayar lainnya yang juga cukup tren di Indonesia selain produk untuk seluler adalah produk listrik, produk kartu hadiah, hingga kartu debit prabayar.
- Produk pulsa seluler yang dibeli paling banyak digunakan untuk melakukan komunikasi melalui aplikasi pesan instan dan sosial media, hal itu dibuktikan dengan capaian 89 persen orang Indonesia menggunakan Whatsapp untuk berkomunikasi diikuti, dengan Facebook sebanyak 44 persen, dan Instagram dengan 41 persen.














