Jakarta, Itech- Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) memiliki fasilitas pemanfaatan teknik berkas neutron, difraksi sinar-X dan Teknik Analisis Nuklir untuk litbang material, industri, kesehatan dan lingkungan. Teknik Berkas Neutron dan Analisis Nuklir memiliki keunggulan dibandingkan teknik-teknik lain seperti mampu mengkarakterisasi bahan yang mengandung unsur-unsur ringan dengan akurasi dan sensitifitas yang tinggi dalam penentuan unsur.
Teknik berkas neutron dan difraksi sinar-X adalah dua dari sekian banyak teknik yang digunakan untuk karakterisasi material. Aplikasi kedua teknik tersebut merupakan komplemen satu sama lain, meliputi spektrum yang cukup lebar baik dari jenis dan dimensi material, maupun pada skala waktu, energi eksitasi dan transfer momentum dari proses-proses fisika, kimia maupun biologi yang terjadi pada material.
“Teknik berkas neutron, difraksi sinar-X dan teknik analisis nuklir dapat memecahkan permasalahan di bidang industri, lingkungan dan kesehatan. melalui proses reaksi nuklir antara neutron dengan uranium yang berlangsung di teras reaktor akan menghasilkan populasi (hamburan) neutron sebanyak 10pangkat4 neutron/cm/detik. Dengan jumlah tersebut, neutron aktif digunakan untuk karakterisasi struktur unsur logam dan menganalisis unsur lingkungan dengan akurasi lebih tinggi dibandingkan dengan metode lainnya,” kata Kepala BATAN, Djarot S Wisnubroto dalam Seminar Nasional dan Workshop Hamburan Neutron, Sinar-X serta Teknik Analisis Nuklir di kawasan Puspiptek, Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (6/10).
Sementara itu, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Ristek dan Dikti Muhammad Dimyati menambahkan, dengan bekal fasilitas teknologi analisis nuklir seperti hamburan neutron yang dimilikinya, merupakan kesempatan Batan untuk menunjukkan kelasnya, dengan bekal fasilitas yang hanya satu-satunya di Indonesia, memiliki kesempatan untuk lebih produktif dalam pengembangan material maju.
“Di bidang material science, umumnya pengujian sifat material dilakukan menggunakan alat pengamatan dengan berbagai tingkatan, mulai dari mikrosop optik, SEM (scanning electron Microscope) hingga TEM (transmission Electron Microscopy). Hingga tingkatan analisis permukaan, teknologi konvensional tersebut dapat berkontribusi maksimal dalam riset di bidang material,” kata Dimyati. Namun, untuk objek analisis mikrostruktur yang lebih dalam atau komposisi atom yang lebih akurat maka disitulah diperlukan teknologi analisis nuklir seperti hamburan neutron.
Seperti dikatahui, seminar dan workshop ini merupakan wadah pertukaran informasi yang menampung hasil-hasil kegiatan litbang terkait dengan teknik nuklir, khususnya teknik berkas neutron, difraksi sinar-X dan teknik analisis nuklir, dan dapat menjadi forum untuk menjalin kerjasama antar lembaga litbang, perguruan tinggi, industri dan pihak yang berkepentingan. Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan penggunaan fasilitas berkas neutron, difraksi sinar-X dan teknik analisis nuklir dapat ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya. (red/ju)














