Hexagon telah mengumumkan kemitraan dengan Fujitsu untuk memanfaatkan Superkomputer Fugaku. Ingin tahu bagaimana kemitraan ini dimanfaatkan dalam simulasi sebuah produk dalam industri?
Lewat siaran pers yang diterima Redaksi It Works, 23/06/2021, Hexagon memberikan contohnya di industri otomotif dan kedirgataraan.
Saat ini, OEM (produsen pemegang merk) otomotif berada di bawah tekanan untuk mempercepat transisi ke kendaraan listrik. Dengan menghemat waktu pada proses manual seperti meshing (menghubungkan), pabrikan dapat menjalankan lebih banyak simulasi untuk lebih memahami bagaimana aerodinamika model baru berdampak pada efisiensi dan jangkauan energi, dan dapat beralih lebih banyak antara desain dan teknik dan pada akhirnya mencapai desain yang optimal.
Manajemen termal juga sangat penting dalam kendaraan listrik, karena mengelola panas kendaraan akan mengoptimalkan kinerja, keamanan, dan umur panjangnya – yang semuanya merupakan tantangan utama bagi pasar kendaraan listrik. Memahami masalah ini melalui simulasi resolusi yang lebih tinggi memungkinkan para insinyur untuk mencapai desain yang optimal dan membawa model dengan desain dan jangkauan yang menarik ke pasar lebih cepat.
Para pakar Hexagon berkolaborasi erat dengan Fujitsu Limited untuk menyetel kode CFD Cradle agar berjalan di superkomputer Fugaku dan menyelesaikan simulasi pengujian. Contohnya, sebuah mobil keluarga khas disimulasikan secara keseluruhan, yang hanya mungkin dengan daya komputasi yang ditingkatkan. Model ini terdiri dari 70 juta elemen menggunakan 960 core dan disimulasikan hingga kondisi tunak (sistem berada dalam keadaan seimbang atau tidak berubah lagi) menggunakan persamaan RANS lebih dari 1.000 siklus.
Di ruang angkasa, dampak turbulensi yang terbentuk di sekitar sayap pesawat sangat penting untuk mengetahui cara mengendalikan dan keamanannya. Turbulensi adalah hasil dari banyak pusaran, beberapa di antaranya sangat kecil sehingga tidak layak untuk disimulasikan menggunakan metode saat ini.
Dengan menggunakan teknologi Cradle dengan sumber daya komputasi ekstra Fugaku, para insinyur sekarang dapat mencapai simulasi resolusi yang lebih tinggi untuk memungkinkan mereka lebih memahami dampak turbulensi pada keselamatan struktural pesawat dan kekuatan yang dapat ditahannya. Ini penting untuk pengembangan pesawat generasi berikutnya, termasuk supersonik dan hipersonik, di mana para insinyur perlu memahami perilaku gelombang kejut di sekitar pesawat.
Tim berhasil menyelesaikan simulasi uji cairan kompresibel transonik di sekitar pesawat. Analisis transonik sangat penting untuk desain pesawat yang aman dan efisien, membantu para insinyur memahami apa yang terjadi ketika udara mengalir di sekitar permukaan kontrol sayap. Simulasi melibatkan:
- Terdiri dari sekitar 230 juta elemen
- Diuji menggunakan 4.000 node (192.000 core komputasi)
- Menggunakan 48.000 proses melalui Message Passing Interface (MPI) dan 4 thread melalui antarmuka pemrograman aplikasi OpenMP.
Penelitian ini dilakukan dengan menerima sumber daya komputasi superkomputer Fugaku RIKEN melalui Proyek Penelitian Pemanfaatan Sistem HPCI.
Baca: Adopsi Superkomputer Fugaku, Hexagon Hadirkan Revolusi Penggunaan Simulasi dalam Inovasi Produk
















