Melalui BCA Digital dengan nama “blu”, PT Bank Central Asia Tbk memperkenalkan layanan bank digitalnya. BCA Digital menyasar pasar milenial dan generasi Z yang merupakan digital savvy atau erat dengan dunia digital.
Lanny Budiati CEO BCA Digital mengatakan BCA Digital merupakan salah satu anak perusahaan dari BCA yang dulunya bernama Bank Royal Indonesia.
BCA Digital memiliki segmen, strategi dan bisnis model yang berbeda, namun tetap bersinergi dengan kanal-kanal yang dimiliki BCA seperti ATM BCA dan call center HaloBCA.
“BCA Digital menyasar kaum milenial dengan memperluas ekosistem yang sudah dimiliki BCA dan menjadi teknologi inkubator serta mencoba teknologi-teknologi baru,” jelas Lanny.
“Serta fokus untuk mengakomodir kebutuhan anak muda dan orang-orang yang berjiwa muda yang digital savvy, yang biasa melakukan transaksi pada aplikasi-aplikasi di handphone-nya,” ujar Lanny dalam webinar “blu-sukan”, 30/06/2021.
Aplikasi dengan nama blu ini akan hadir sebagai mobile banking dari BCA Digital. Semua kegiatan perbankan bisa dilakukan melalui ponsel pintar, bahkan untuk pembukaan rekening nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang.
Baca: Bank BCA Digital akan Hadir Pertengahan Tahun Ini, Fokus Garap Milenial
Aplikasi ini juga membantu kaum milenial dan generasi Z untuk mengatur keuangan menjadi lebih baik melalui fitur-fitur yang disediakan dan sangat mudah digunakan. Untuk pembuatan rekening blu, syarat yang diperlukan adalah mengisi data diri lengkap dengan menyertakan KTP dan NPWP (bila sudah memiliki).
Setelah rekening aktif, nasabah akan memiliki blu-account atau rekening transaksi. Nasabah bisa membuat blu-saving untuk mengatur pengeluaran dengan pos-pos yang diinginkan, misalnya untuk belanja, untuk pendidikan, beli rumah dan lainnya. Kita bisa membuatnya hingga 10 rekening.
BCA Digital juga menyediakan layanan blu-gether untuk keperluan patungan bersama teman-teman sesama pengguna blu. Di sini, nasabah bisa mengundang hingga 24 teman, mutasi rekening dalam blu-gether pun transparan sehingga setiap anggota grup tersebut dapat melihat keluar-masuk dana.
Rekening tersebut pun bisa ditutup jika keperluan patungan sudah tercukupi, layaknya sebuah grup dalam aplikasi pesan instan.
Baca: Akselerasi Digital Banking, BCA Alokasikan Investasi IT Rp5,2 Triliun














