Jakarta, ItWorks– National Logistics Ecosystem (NLE) telah memasuki tahun kedua sejak platform ini dibangun pada Juni 2020 lalu dengan menghasilkan beberapa capaian. Kolaborasi platform yang telah terhubung dengan NLE kian meningkat yang juga berdampak pada peningkatan performa ketepatan waktu dalam pengiriman barang (on time delivery) sistem logistik di sejumlah pelabuhan utama.
NLE merupakan Ekosistem logistik yang menyelaraskan arus lalu lintas barang dan dokumen international, sejak kedatangan sarana pengangkut hingga barang tiba di gudang yang berorientasi pada kerja sama antar instansi pemerintah dan swasta, melalui pertukaran data, informasi, simplifikasi proses, penghapusan repetisi dan duplikasi, dan aspek lain dengan dukungan sistem teknologi informasi yang mencakup seluruh proses logistik terkait yang telah ada.
Penataan ekosistem logistik nasional yang tertuang dalam Inpres nomor 5 tahun 2020 tersebut merupakan kolaborasi sistem aplikasi dari berbagai Kementerian dan instansi pemerintah dengan tujuan meningkatkan efisiensi logistik melalui transparansi transaksi layanan logistik, transparansi waktu untuk masing-masing layanan logistik, serta nilai tambah untuk setiap rupiah yang dikeluarkan. Berbagai upaya percepatan implementasi NLE terus dilakukan berbagai instansi, salah satunya Bea Cukai secara sinergis.
Menurut Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Bea Cukai, Syarif Hidayat, NLE memiliki strategi pembangunan dan rencana kerja yang diupayakan akan selesai pada tahun 2024. Namun tahapan integrasi sistem terus ditingkatkan. “Dalam tahap penyelesaian rencana kerja tersebut, hingga semester I tahun 2021 NLE telah mengalami beberapa perkembangan capaian yang berdampak pada peningkatan sistem logistik nasional,” ujar Syarif dirilis dalam portal web Kantor Bea Cukai Pusat (9/07/2021 lalu.
Lebih lanjut Syarif memaparkan, perkembangan capaian yang pertama yaitu simplifikasi proses bisnis pemerintah melalui Single Submission (SSm). Dengan adanya splikasi proses ini, diharapan tidak ada lagi repetisi dan duplikasi proses dokumen, terwujudnya integrasi dan harmonisasi kebijakan layanan logistik, serta lalu lintas komoditi dapat terawasi. “Sehingga, simplifikasi ini akan berdampak pada biaya administrasi, biaya timbun dan handling,” ujarnya.
Sejak diberlakukan pada Juni 2020, SSm Pabean dan Karantina di empat pelabuhan (Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Belawan) hingga April 2021 dinilai mampu mendorong efisiensi biaya timbun dan handling sebesar Rp41,57 miliar dengan efisiensi waktu 17,59% dibandingkan pada Mei 2020 sebelum diberlakukan SSm.
Kemudian, untuk SSm perizinan telah diajukan sebanyak 23 dokumen impor vaksin sejumlah total 2,6 juta vial untuk periode Januari-Juni 2021. Juga tercatat sebanyak 259 pengajuan SSm Ekspor Alat Kesehatan dan telah disetujui sebanyak 16.657 permohonan SSm Perizinan Impor Komoditi Covid-19. Selain itu, ship to ship (STS) – floating storage unit (FSU) di Batam melalui Batam Logistics Ecosystem (BLE) mencapai 56 transaksi untuk periode Oktober 2020-Juni 2021. SSm pengangkut juga telah dilakukan uji coba sistem pada Juni 2021 di Pelabuhan Tanjung Priok.
Pencapaian berikutnya yaitu adanya kolaborasi layanan logistik pemerintah dan swasta yang kian mudah. Diharapan transaksi dapat dilakukan secara langsung melalui berbagai platform, sehingga berdampak pada transparansi pasar, informasi yang simetris, dan hilangnya biaya yang tidak perlu berkat adanya sistem on line.
Tercatat Delivery Online (DO) di empat pelabuhan periode transaksi Januari-Mei 2021, mencapai sebanyak 23.590 DO release atas 69.421 kontainer. Kemudian, Surat Penyerahan Petikemas (SP2) online di lima pelabuhan (Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Makassar dan Belawan) sebanyak 2,03 juta SP2 online release untuk 7,5 juta kontainer.
Sedangkan proses layanan trucking di dua pelabuhan (Tanjung Priok dan Batam) selama periode Januari-Mei 2021 sebanyak 13.086 transaksi trucking menggunakan 85.515 kontainer. Pelayanan pemesanan kapal domestik juga telah dilakukan uji coba di Batam dengan enam shipping line domestik (Tanto, Spil, Meratus, Temas, Mentari Mas, Samudra Indonesia, CTP Line) dalam 12 rute domestik.
Sebelumnya, Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Tri Utomo Hendro Wibowo menyuatakan, pihaknya juga telah melakukan berbagai terobosan untuk mendorong percepatan implementasi NLE. “Melalui serangkaian kegiatan kerjasama dengan instansi kepelabuhan, banyak rencana yang telah berhasil direalisasikan. Salah satu yang telah berhasil dan terbukti telah memangkas banyak waktu dan birokrasi adalah Single Submission Quarantine-Customs (Ssm-QC),” ujarnya.
Melalui penyederhanaan proses pemeriksaan barang oleh instansi yang berwenang di Pelabuhan, SSm-QC memungkinkan dilakukannya pemeriksaan kepabeanan dan karantina secara terpadu hanya dengan mengajukan 1 dokumen.” Selain SSm-QC, terdapat tiga program inisiatif yang sedang dalam pengembangan dan penyempurnaan yaitu SP2 Online, SSm-Pengangkut, dan DO Online,” ujarnya.
Kolaborasi Platform
Berbagai Kolaborasi platform telah terhubung dengan NLE di antaranya trucking platform, terdiri dari dua platform yang telah terhubung dan sembilan platform dalam tahap pengembangan. Lalu untuk warehouse platform, terdapat satu platform yang telah siap bergabung dan dua platform dalam tahap pengembangan, serta satu platform depo kontainer yang masih dalam tahap pengembangan.
Dari sisi kemudahan pembayaran proses logistik, terlaksananya pembayaran melalui platform kolaborasi untuk layanan penebusan D/O, pembayaran biaya penimbunan (SP2), dan pembayaran biaya angkut (truk), diharapkan dapat menurunkan biaya administrasi, menumbuhkan bisnis pembiayaan dan memudahkan pembayaran. “Pembayaran digital NLE saat ini telah dilakukan uji coba dan piloting pada Bank Mandiri. Ke depan akan dikembangkan perluasan kerjasama dengan entitas perbankan lainnya seperti Bank BCA, BRI, dan Citibank,” ujar Syarif Hidayat.
Diakui progres di masing-masing pelabuhan NLE memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Karena ke depan, akan terus diupayakan berbagai rencana untuk perluasan lingkup NLE ini. (AC)














