Perumda Kawasan Industri Cilacap, disingkat KIC, terpilih sebagai Finalis ajang TOP BUMD Awards 2021 yang diselenggarakan Majalah Top Business. Perumda ini 100 persen dimiliki Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.
Sebagai Finalis TOP BUMD Awards 2021, Perumda Kawasan Industri Cilacap telah mengikuti tahapan Presentasi dan Tanya-Jawab dengan dewan juri yang diselenggarakan secara online pada 15 Juli 2021. Mewakili KIC dalam kesempatan ini M. Agung Budi Setiawan dari Bidang Investasi, didampingi Ismi Nurjanah, Manajer Keuangan dan Umum.
Dalam presentasinya kepada dewan juri, Agung menjelaskan, “Kawasan industri di daerah Cilacap ini sudah ada sejak akhir tahun 1970-an dengan nama Kawasan Industri Wijayakusuma. Dalam perkembangannya berganti nama jadi Kawasan Industri Cilacap. KIC adalah satu-satunya kawasan industri yang lokasinya ada di wilayah Selatan Pulau Jawa.”
Kepada dewan juri, ia menjelaskan dalam operasionalnya, manajemen KIC menjalankan Strategi Bisnis dengan Menjalin sinergitas dengan BUMN/BUMD/Swasta; Menerapkan strategi marketing Cross Selling dan Joint Marketing; Membina hubungan baik kepada klien, tenant dan stakeholders lainnya. Serta meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM pada KIC melalu training, short course, diklat dan pendidikan formal lainnya.

Secara umum, aktivitas usaha yang saat ini sedang dijalankan perusahaan ini antara lain: Pembebasan dan pematangan tanah untuk kapling industri dan properti; Penjualan atau penyewaan tanah kavling untuk industri, properti, bangunan gudang atau pabrik siap pakai dan bangunan perkantoran.
Kemudian, Pengelolaan dan perawatan sarana dan prasarana penunjang; Pengoperasian dan pemeliharaan sarana dan prasarana penunjang; dan Jasa informasi, jasa perizinan, dan pengamanan kawasan industri.
Baca: Sumber Daya Manusia, Kunci Bumi Siak Pusako Jadi Role Model BUMD Energi di Indonesia
Kinerja Bisnis
Agung memaparkan kinerja bisnis KIC, “Tahun 2020, kami mencatat nilai penjualan atau pendapatan Rp30,4 Miliar. Jumlah pelanggan sebanyak 88.”
“Kami menekan tingkat piutang dengan tindakan tegas apabila ada keterlambatan pembayaran sewa gudang/gedung/lahan.”
“Kami menggunakan aplikasi keuangan berbasis IT sehingga meningkatkan kinerja perusahaan walaupun di masa pandemi tetap bisa melakukan controlling keuangan dengan baik (baik secara remoted ataupun direct).”
Kepada dewan juri, Agung menegaskan KIC merenovasi, merevitalisasi bangunan gedung/gudang sehingga nilai sewa bisa lebih bisa dimaksimalkan dan aset mempunyai nilai tambah. “Kami juga memperpanjang beberapa HGB yang habis dan melakukan peralihan HGB.”
Inovasi Bisnis
Menurut Agung, manajemen KIC juga telah melakukan perbaikan sistem dan inovasi bisnis, “Penggunaan aplikasi keuangan untuk selalu memonitoring cashflow keuangan Perusahaan. Manfaatnya, keuangan perusahaan lebih akuntable dan transparan serta dapat dipertanggung-jawabkan.”
“Pembaharuan sistem kontrak sewa gudang dimana pembayaran dilakukan di awal kontrak secara 1 tahun penuh. Manfaat, mengurangi tingkat piutang usaha sehingga target akan pendapatan bisa terpenuhi.”
“Menjalankan transaksi keuangan berbasis e-banking. Manfaat, mengurangi tingkat resiko fraud.”
Kinerja dan Prestasi yang Membanggakan Manajemen
Menurut Agung sejumlah kinerja dan prestasi yang dinilai membanggakan oleh KIC, “Mengawal penjualan lahan KIC seluas 47 hektare ke PT. Pertamina”
“Mengaplikasi sistem keuangan berbasis IT dan meningkatnya kualitas dan kapasitas SDM di Kawasan Industri Cilacap.”
“Terakhir, pengembangan Kawasan Industri Cilacap Baru (New Cilacap Industrial Park),” tutupnya.
Baca: Fokus Garap Angkutan Batu Bara, Sriwijaya Mandiri Sumsel Optimalkan Penggunaan TI














