Tepatlah jika PT Bumi Siak Pusako punya slogan atau motto: “Memancang Tapak, Mengangkat Marwah” sebab kiprahnya selama kurang lebih 20 tahun di industri oil & gas di tanah air memang patut diacungi jempol.
Sejak didirikan pada 17 Oktober 2001, PT Bumi Siak Pusako (BSP) bertekad menunaikan amanah masyarakat dalam mengelola Blok Coastal Plain Pekanbaru (CPP) yang ada di Provinsi Riau dengan profesional dan usaha terbaik yang bisa dilakukan (best efforts).
Susunan pemegang saham BSP per 31 Desember 2020, berdasarkan surat Gubernur Riau No. 500/Ekbang/22.12a tanggal 30 April 2008: Pemprov Riau 18,07 persen; Kabupaten Siak 72,29 persen; Kabupaten Kampar 6,02 persen; Kabupaten Pelalawan 2,41 persen; dan Pemkot Pekanbaru 1,21 persen.
Tanggal 6 Agustus 2002, BSP dan Pertamina menandatangani perjanjian Production Sharing Contract (PSC) dengan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), sekarang SKK Migas, untuk mengelola wilayah kerja Blok CPP selama 20 tahun, terhitung tanggal 9 Agustus 2002 hingga 8 Agustus 2022, dengan Participating Interest (PI) masing-masing 50 persen.
Dalam mengelola Blok CPP, BSP dan Pertamina membentuk konsorsium Badan Operasi Bersama PT Bumi Siak Pusako–Pertamina Hulu (BOB BSP–Pertamina Hulu). Pola kerjasama yang diterapkan kerja sama Konsorsium Manajemen dan Konsorsium Operasi yang dipayungi oleh Joint Management Agreement (JMA) dan Joint Operating Agreement (JOA) sebagai pedoman operasional BOB BSP-Pertamina Hulu.
Baca: Optimalkan Pemanfaatan TI, Bank BPR Sumatera Selatan Raih Kinerja Membanggakan
Kinerja Bisnis
Sebagai Finalis TOP BUMD Awards 2021, BSP telah mengikuti tahapan Presentasi dan Tanya-Jawab dengan dewan juri yang diselenggarakan secara online pada Selasa, 08 Juni 2021. Mewakili perusahaan mengikuti tahapan ini: Iskandar, selaku Direktur Utama.
Dalam presentasinya terkait kinerja BUMD yang dipimpinnya, Iskandar menjelaskan,” Kami berhasil menahan laju penurunan produksi minyak dari blok yang kami kelola. Tahun 1998 hingga 2002, saat dikelola PT CPI, menurun 17 persen. Namun, mulai tahun 2002 hingga 2017, saat dikelola BOB Pertamina Hulu–BSP, menurun hanya 7 persen. Ini dicapai berkat pemanfaatan teknologi di bidang perminyakan yang kami gunakan, khususnya EOR.”
“Untuk tahun 2020, rata-rata produksi Blok CPP (Observed), dari lapangan Pedada, Zamrud, West Area, sebanyak 9,598 BOPD,” ujarnya kepada dewan juri.

Iskandar mengungkapkan, prestasi berikutnya, yang menurutnya paling membanggakan, “PT. Bumi Siak Pusako, selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Kerja (WK) Coastal Plains and Pekanbaru (CPP) mendapatkan Perpanjangan Kontrak Wilayah Kerja CPP untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun ke depan (9 Agustus 2022 – 8 Agustus 2042). Artinya, PT BSP akan mengelola WK CPP 100 persen alias sendiri.”
“WK CPP akan digarap menggunakan Skema PSC Gross Split dengan: Participating Interest 100 persen BSP; Signature Bonus sebesar US$ 10,000,000,-; dan Komitmen Pasti selama 5 tahun pertama sebesar USD 130,415,000.-. Kami sudah setor dana untuk Signature Bonus dan Komitmen Pasti.”
“Penandatangani perpanjangan kontrak WK CPP untuk masa kontrak 2022-2042 oleh Pemerintah melalui Menteri ESDM RI pada telah dilaksanakan pada tanggal 29 November 2018 sehingga PT BSP mendapatkan kepastian keberlangsungan bisnisnya hingga 20 tahun ke depan,” imbuhnya.
Baca: Terus Berinovasi, Termasuk di TI, BPR Serang Jadi Market Leader di Wilayah Banten
Kekuatan SDM
Dalam kesempatan ini, kepada dewan juri, Iskandar juga menyampaikan salah satu pencapaian positif yang telah diraih BSP dari aspek Teknologi-Informasi (TI).
Untuk aspek TI, “Kami memiliki Kebijakan Teknologi Informasi yang berlaku sejak 1 Agustus 2019. Ini mengatur penggunaan e-mail, internet, password, perlindungan dari malware, standar perangkat keras pc desktop/laptop, standar perangkat lunak pc desktop/laptop, penyimpanan data, dan penggunaan wifi perusahaan,” papar Iskandar.
“Untuk media informasi, ada website resmi www.bsp.co.id, dan Instagram PT Bumi Siak Pusako.”
Menurut Iskandar, semua capaian positif itu, selain karena dukungan pemda dan masyarakat, juga berkat kekuatan Sumber Daya Manusia (Human Capital) yang dimiliki BSP. “Untuk SDM Kantor Pusat, di tahun 2020 berjumlah 32 karyawan, ini meningkat dari 2019 dengan jumlah 27 karyawan.”
“Kami juga memiliki SDM Secondee di BOB. Berjumlah 226 karyawan atau sebesar 82 persen dari jumlah total karyawan BOB sebesar 278 orang. Dari 226 secondee BSP di BOB itu, yang bekerja pada bagian core sebanyak 46 persen, sub-core 23 persen, dan sisanya 31 persen bekerja pada bagian supporting,”
“SDM BSP memiliki banyak keahlian dan pengalaman, utamanya terkait bidang oil & gas, antara lain: Water Flooding dan Optimisasi injeksi di Lapangan Pedada, Pusaka, Beruk, Zamrud dan Sabak; Steam Huff and Puff di Lapangan Kasikan; Alkaline dan Greenzyme Injection di Lapangan Pedada; EOR, G&G Modelling untuk Lapangan-lapangan di Blok CPP; Extended Stimulasi Surfactant pilot dengan metoda “HUFF & PUFF” untuk lapangan Pedada dan Zamrud; EOR chemical untuk Lapangan-lapangan Zamrud, Pedada, Beruk dan Pusaka.
“Kemudian, Core Flooding dan Pekerjaan Laboratorium untuk Chemical Flooding; Hydraulic Fracturing, Acidizing dilapangan Pedada, Zamrud, Beruk, dll; Horizontal Well Drilling, Deviated Well, Side Track Short Radius Horizontal Well; Eksplorasi dengan Play Concept baru antara lain; Stratigraphy Trap, Fracture Basement, Weather Basement, dll; Production Facility Design.”
“Kami juga memiliki SDM yang tersertifikasi sesuai bidangnya masing-masing, seperti: Ahli Pengendali Perawatan sumur (APS); Sertifikasi Ahli Pengendali Bor & Juru Bor (APB dan JB); Sertifikasi OPLP –operator kepala; Sertifikasi Kualifikasi Verifikator TKDN Migas; Akuntansi Migas; PTK 007; Export dan import migas; IT management system; Risk management; Engineering powerplant; Certified Human Resources Profesionals.”
Iskandar melanjutkan, BSP juga memberlakukan Reward and Punishment kepada karyawan, “Kami ada pemberian penghargaan masa kerja 5, 10, 15 Tahun kepada Karyawan dan Secondee BSP; memberikan penghargaan khusus kepada Tim Perpanjangan WK CPP; dan memberangkatkan karyawan menunaikan ibadah Haji dan Umroh karyawan.
Baca: RSUD Wonosari Gencar Hadirkan Inovasi TI untuk Tingkatkan Kinerja & Prestasi
Kontribusi dan Penghargaan
Dari tahun 2002 hingga 2020 kontribusi BSP ke daerah tercatat total laba bersih Rp3,52 T dan total pembagian deviden Rp3,16 T. “Untuk tahun 2020 lalu, kami meraih laba bersih Rp28,44 M dan membagikan deviden sebesar Rp21,72M,” ungkap Iskandar.
Kemudian, total penyaluran Dana CSR dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2020 telah mencapai Rp 78,14 Milyar. CSR itu berupa: Bantuan Gedung Rice Miling Desa; Renovasi 3 Puskesmas Pembantu (Pustu) di Kab. Siak; Bantuan Venue Sepatu Roda PON XVIII 2012; Bantuan Alat Pertanian di Kab. Pelalawan; Program bantuan listrik “BSP Bersinar”, dan Bantuan perlengkapan sekolah bagi masyarakat kurang mampu.
Di bagian akhir presentasinya, Iskandar memaparkan serangkaian penghargaan yang berhasil diraih BSP dari Pemprov Riau, SKK Migas, Pertamina, Kementerian ESDM, KLHK, Tenaga Kerja.
“Selain itu, kami juga jadi Role Model BUMD Energi di Indonesia yang dibuktikan dengan kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI tahun 2018 ke PT Bumi Siak Pusako.”
“Menjadi Acuan bagi Pemda penghasil Migas untuk melahirkan BUMD yang mandiri dalam mengelola industri Migas dengan adanya studi banding Pemda Prabumulih; Pemkab Penajam Paser Utara; Pemkab Solok; Pemkab Aceh Tamiang; Pemkab Bangkalan; Pemda Kaltim; Pemkab Bekasi; Pemkab Karawang; dan Pemda Jatim.”
“Kami juga berperan aktif di Asosiasi Daerah Penghasil Migas (ADPM),” tutup Iskandar.
Baca: Terbukti, Inovasi TI Dukung Perumda Pasar Mangu Giri Sedana di Masa Pandemi
Baca: Ini Sederet Pengembangan TI yang Sedang Digarap BPR Waway Lampung














