Sudah diketahui bahwa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia memberikan berbagai kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian di Tanah Air. Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia mencatat Indonesia memiliki 64 juta UMKM yang dapat menyerap 120 juta tenaga kerja, dan berkontribusi sebesar Rp8.573 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional di tahun 2019.
Meski demikian, pandemi COVID-19 menghadirkan berbagai tantangan terhadap pertumbuhan bisnis UMKM. Riset yang dilakukan LPEM FEB UI dan UNDP terhadap 1.100 UMKM di 15 provinsi menemukan lebih dari 45 persen UMKM mengalami kesulitan dalam memperoleh bahan baku produksi. Mayoritas UMKM juga mengalami penurunan permintaan serta kesulitan dalam proses distribusi produk.

(Gambar: Dokumentasi IT Works/Teguh
Guna membantu UMKM Indonesia menjawab tantangan tersebut, BukuWarung, perusahaan teknologi yang memiliki misi memajukan bisnis UMKM Indonesia bersinergi dengan Ayoconnect, perusahaan pengembang solusi API finansial.
Kerja sama antar kedua perusahaan memungkinkan 6,5 juta UMKM pengguna BukuWarung untuk meningkatkan pendapatan bisnis mereka melalui penjualan produk digital.

(Gambar: Dokumentasi IT Works/Teguh).
“Permintaan pasar terhadap produk digital, seperti pulsa telepon seluler, token listrik dan uang elektronik cenderung semakin bertumbuh. Melalui tambahan fitur ini, lebih dari 6,5 juta pengguna BukuWarung mendapatkan tambahan komoditas usaha untuk ditawarkan kepada pelanggan mereka,” kata Abhinay Peddisetty, CEO dan Co-Founder BukuWarung, dalam Press Briefing secara daring, di Jakarta, 10/08/2021.
“Pengguna kami, yakni para pedagang UMKM, berpeluang mendapatkan peningkatan pendapatan di tengah situasi sulit pandemi Covid-19. Proses transaksi yang sepenuhnya online membuat penjualan produk digital tidak terpengaruh pembatasan rute logistik,” imbuhnya.
Baca: Pemerintah Dukung UMKM Go Digital dan Go Global
Fitur yang diberdayakan oleh solusi Digital Product API Ayoconnect ini memberikan akses penjualan pulsa, token listrik, dan top-up uang elektronik bagi UMKM pengguna BukuWarung.
Abhinay melanjutkan penjelasannya, “Fitur terbaru ini memfasilitasi penjualan pulsa ponsel, token listrik, hingga top-up uang elektronik. Kategori produk digital yang akan tersedia akan terus bertambah dalam waktu dekat. Peluncuran fitur penjualan produk digital menguatkan komitmen berkelanjutan BukuWarung untuk memajukan UMKM Indonesia.”
Menyambut kolaborasi strategis ini, CEO dan Founder Ayoconnect, Jakob Rost menyampaikan, “Kami bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan BukuWarung dalam mendorong transformasi digital dan inklusi keuangan bagi UMKM Indonesia. Ke depannya, kami akan terus mendukung mitra kami dengan membangun infrastruktur ekosistem tekfin Indonesia melalui solusi berbasis API.”
Sebagai informasi, sejak didirikan pada tahun 2016, kumpulan API Ayoconnect telah diadopsi oleh lebih dari 1.000 perusahaan ternama di Indonesia, termasuk perusahaan bank, ritel, e-commerce, tekfin, dan dompet digital seperti Bank Mandiri, DANA, Indomaret, dan Bukalapak. Saat ini, API Ayoconnect memproses lebih dari 500 juta klik API setiap tahunnya.














