Jakarta, ItWorks- Amazon Web Service (AWS), tahun ini meluncurkan program baru dan gratis bertajuk Laptops for Builders. Program ini menawarkan pelatihan mengenai dasar-dasar cloud bagi siswa sekolah menengah atas maupun sekolah vokasi dengan bahasa pengantar Bahasa Indonesia.
“Melalui program ini, AWS juga melatih instruktur-instruktur di organisasi-organisasi setempat tentang bagaimana menjalankan program edukasi cloud secara efektif bagi peserta didik. Selain menyediakan instruktur cloud, AWS juga mendonasikan sejumlah laptop bagi sekolah-sekolah yang lokasinya tersebar di wilayah Indonesia dalam rangka menunjang infrastruktur pendidikan setempat,” papar Gunawan Susanto, Country Leader Indonesia, AWS pada acara Media Briefing yang diselenggarakan (20/8), secara virtual dari Jakarta.
Dalam kaitan peningkatan SDM, AWS juga menghadirkan berbagai program untuk mengantisipasi kebutuhan industri terhadap tenaga kerja cakap digital. Tahun ini, program AWS difokuskan pada peningkatan kapasitas peserta didik di Indonesia serta pengembangan penawaran-penawaran AWS yang telah disesuaikan dengan muatan lokal dalam Bahasa Indonesia.
AWS menyiapkan 130 lebih pelatihan maupun kursus digital gratis mengenai AWS yang bisa diakses bagi yang membutuhkannya. Modul pelatihan tersedia dalam Bahasa Indonesia dan memuat materi yang sarat dengan muatan lokal. Sedangkan dari sisi konten, terdapat beragam topik dan tingkatan menurut kecakapan. Sepertil pelatihan mengenai pembangunan cloud yang meliputi beragam topik ulasan mengenai dasar-dasar cloud, keamanan, machine learning, data analytics, hingga Internet of Things, dari tingkat dasar, menengah, hingga mahir. Semua program webinar diselenggarakan tanpa memungut biaya (gratis) dan akan dipandu oleh pakar-pakar AWS sebagai instrukturnya.
Dalam kesempatan itu juga dipaparkan tentang dampak pemberdayaan dari lain terkait peningkatan kompetensi SDM digital di Indonesia. Dalamn hal ini, AWS menjalin kerja sama dengan Dicoding, satu perusahaan rintisan Indonesia yang bergerak di bidang edukasi, di mana AWS memberikan program beasiswa bagi pengembang cloud dan back-end. Dalam program ini AWS menawarkan pelatihan gratis kepada 100.000 peserta didik pertama yang mengikutinya, serta memuat kurikulum pengembangan back-end yang komprehensif.
“Kami memiliki tiga prinsip terkait komitmen kami dalam mengedukasi SDM Indonesia. Pertama, kami berharap bahwa lewat investasi kami, AWS dapat meningkatkan kompetensi builders dan SDM digital Indonesia. Kedua, kami menyadari pentingnya kedalaman dan kualitas konten yang disajikan. Bukan menjadi soal berapa banyak materi yang kami sediakan, melainkan kualitas materi harus menjadi hal yang terutama. Ketiga, kami juga menyadari bahwa kami tidak bisa bekerja sendiri. Lewat kerja sama AWS yang akan terus diperluas dengan ekosistem pemangku kepentingan, seperti Dicoding, RMI NU, dan sekolah-sekolah, kami yakin bahwa Indonesia Emas 2045 bisa tercapai,” ujarnya. (AC)














