Kusumo Martanto, CEO Blibli menekankan pentingnya kolaborasi multisektoral untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) sehingga Indonesia dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi serta mencapai pertumbuhan ekonomi inklusif.
Sebelumnya, Blibli bersama Harian Kompas dan Boston Consulting Group (BCG) telah melakukan riset berjudul “Digitalisasi UMKM – Kunci Pertumbuhan Inklusif Perekonomian Indonesia.”
Dalam keterangannya, 27/08/2021, Kusumo Martanto, CEO Blibli, mengatakan Blibli, sebagai e-commerce lokal yang mendukung lebih dari 130 ribu UMKM, telah menyaksikan bagaimana setiap UMKM telah menciptakan value chain yang berharga bagi ekonomi.
“Di hulu, UMKM menyerap hasil produksi para penyedia bahan mentah. Kemudian, UMKM membuka lapangan kerja bagi komunitas sekitar saat proses pembuatan produk dan pengoperasian bisnis. Lalu di hilir, mereka memunculkan kesempatan usaha baru bagi distributor dan pedagang eceran yang membawa produk UMKM ke pasar-pasar di seluruh Indonesia.”
“Itulah peran penting yang dimainkan UMKM bagi ekonomi Indonesia yang inklusif. Maka itu, sangatlah tepat bagi semua sektor untuk berkolaborasi untuk menjaga keberlangsungan UMKM terutama di tengah pandemi,” tegasnya.
Hal itu juga yang mendorong Blibli untuk selalu bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga institusi keuangan, dalam menjalankan inisiatif pemberdayaan UMKM, termasuk pelatihan digital entrepreneurship.
Selama 10 tahun, Blibli memberikan pendampingan intensif bagi UMKM melalui berbagai cara, mulai dari program mentorship dengan ahli pemasaran hingga kelas pelatihan online untuk mengajarkan penggunaan teknologi digital.
Baca: Kolaborasi Galeri Indonesia x Blibli Mitra Dorong Transformasi Digital UMKM
Blibli pun telah bekerja sama dengan pemerintah, termasuk Kementerian Koperasi dan UMKM, Smesco Indonesia, dan Sekretariat Negara, untuk membantu UMKM.
Haikal Siregar, President Director PT Boston Consulting Indonesia, mengatakan multiplier effect yang dihasilkan oleh digitalisasi UMKM pada akhirnya akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi inklusif Indonesia di masa depan.
“Peningkatan digital literacy UMKM hingga menyentuh 50% akan berdampak pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dengan nilai yang diperkirakan sebesar US$ 38 miliar. Selain menghadirkan kanal penjualan, teknologi digital juga membantu UMKM dengan memperluas akses ke permodalan karena data dari platform digital dapat digunakan sebagai insights saat merancang program peminjaman yang sesuai dengan sektor tersebut,” jelas Haikal.
Baca: Riset Blibli: Digitalisasi UMKM Jadi Kunci Pertumbuhan Inklusif Perekonomian Indonesia














