Blibli bersama Harian Kompas dan Boston Consulting Group (BCG) baru saja melakukan riset berjudul “Digitalisasi UMKM – Kunci Pertumbuhan Inklusif Perekonomian Indonesia.”
Dalam siaran pers, 27/08/2021, Kusumo Martanto, CEO Blibli menjelaskan, “Riset ini bertujuan mempelajari perkembangan mitra UMKM Blibli untuk mendapatkan potret terkini dari sektor UMKM, termasuk aneka tantangan yang dihadapi UMKM serta kesempatan yang dihadirkan oleh teknologi digital, terutama e-commerce.”
BE Satrio, Peneliti Litbang Kompas memaparkan hasil temuan riset tersebut:
- 77% dari responden UMKM mempekerjakan orang-orang dari komunitas mereka, di mana satu UMKM dapat memunculkan hingga 5 kesempatan di lapangan kerja setempat.
- Mayoritas UMKM sudah memahami pentingnya teknologi digital, di mana 74% dari UMKM yang disurvei telah familiar dengan kehadiran e-commerce. Namun, hanya 20% yang memiliki literasi digital memadai untuk memanfaatkan teknologi secara optimal. Terbatasnya literasi digital berakar dari berbagai sumber seperti kurangnya akses ke perangkat teknologi dan pendanaan.
- UMKM yang sudah go online menghasilkan pendapatan 1,1 kali lebih tinggi dibanding yang offline dan penghasilan yang lebih baik ini memungkinkan UMKM online untuk semakin memperluas bisnis, dengan demikian menyerap lebih banyak sumber daya.”
- Riset merekam bahwa UMKM online, dalam mengoptimalkan kapasitas usaha, mempekerjakan 1,4 kali lebih banyak orang dibanding UMKM offline.
Hasil temuan riset ini diharapkan bisa menjadi peta jalan dalam bagi semua pemangku kepentingan, baik pemain industri serta pembuat kebijakan, dalam merencanakan pendekatan mereka terhadap UMKM.
Baca: Lewat ‘Partner Gathering 2021’, Blibli Optimalkan Peluang dan Kompetensi Mitra Bisnis
Riset tersebut juga menyimpulkan 3 hal yang harus jadi perhatian para pemangku kepentingan untuk pemberdayaan UMKM sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif:
- Meningkatkan literasi digital, atau digital literacy, UMKM sangat krusial karena teknologi akan mempertebal kemampuan mereka untuk melampaui tantangan dalam berbisnis, khususnya yang dihadirkan oleh pandemi dalam bentuk penurunan penjualan, penyusutan sumber permodalan, dan penyumbatan jalur distribusi.
- Pelatihan sangat diperlukan karena UMKM diharuskan untuk semakin mengembangkan produk dan usaha, mulai dari membuat pengemasan yang modern hingga mendapatkan sertifikasi yang relevan, agar memenangkan pelanggan dan kompetisi pasar di platform online.
- Kemudian, diperlukan perampingan kebijakan usaha, termasuk menghadirkan program untuk mempermudah pengurusan izin bagi UMKM yang ingin go digital, diperlukan untuk mendukung pertumbuhan UMKM.
Penyusunan riset ini diapresiasi oleh pemerintah, yang menempatkan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Menteri BUMN Republik Indonesia, Erick Thohir mengatakan, “UMKM di Indonesia saat ini menjadi kontributor terbesar dalam lapangan kerja dan memiliki peran besar dalam meningkatkan kualitas angkatan kerja. Menjaga dan meningkatkan kualitas UMKM ini juga menjadi fokus BUMN. Hadirnya teknologi serta platform digital tentunya akan memudahkan kita untuk mendukung pertumbuhan UMKM. Semua ini sejalan dengan harapan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan ekonomi digital Indonesia.”














