UMKM seperti toko dan warung sering menghadapi hambatan dalam pengadaan stok barang dagang, seperti jauhnya jarak ke pusat grosir, repot membawa barang belanjaan, dan metode pembayaran yang harus tunai. Pandemi Covid-19, dengan aturan PPKM, pun membuat ruang gerak mereka terbatas. Akibatnya, stok barang dagang di toko atau warung jadi tidak lengkap. Kondisi ini berpotensi mengurangi penjualan mereka.
Memperhatikan kondisi itu, aplikasi pembukuan digital CrediBook meluncurkan layanan CrediMart dan CrediStore untuk mendukung usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) beraktivitas.
Lewat keterangannya, 02/09/2021, CEO CrediBook, Gabriel Frans, menjelaskan, “CrediMart merupakan toko grosir online untuk membantu pelaku UMKM memenuhi stok barang tanpa harus keluar rumah.”
“Dalam memberikan layanan ini, kami bekerja sama dengan toko grosir konvensional. Platform CrediMart dibuat untuk mengalihkan transaksi yang selama ini dilakukan secara langsung menjadi digital.”
“Nilai tambah layanan ini berupa pilihan pembayaran yaitu cash on delivery (COD), tunai dan pembayaran jatuh tempo.”
“Dengan skema jatuh tempo ini, kami ingin memudahkan pemilik usaha mengelola arus kas. Cara pembayaran ini hanya tersedia untuk UMKM dengan riwayat pembayaran yang bagus.
Kemudahan lain dari CrediMart berupa tersedianya fasilitas pengantaran.
Layanan berikutnya CrediStore, aplikasi untuk membantu UMKM membuat toko online.
“Pertama mereka harus mendaftar, CrediStore akan meminta pelaku usaha untuk memberikan nama toko, mengunggah foto produk berserta deskripsi dan harga jual,” jelas Frans.
Setelah proses memdaftar beres, pengguna bisa menaruh tautan ke toko online di CrediStore pada akun media sosial,” tutupnya.














