ItWorks- WadzPay, platform pembayaran berbasis blockchain asal Singapura, melalui program WadzPay Philantrophy, berikan bantuan CSR berupa barang pokok dan perlengkapan lainya kepada masyarakat Kuta Selatan, Bali.
WadzPay Philanthropy merupakan inisiatif untuk membuat dampak dalam jangka panjang kepada masyarakat dimana WadsPay beroperasi. Setiap tahunnya, WadzPay mensponsori dua anak yang tidak mampu secara ekonomi di negara berkembang. Anak-anak tersebut akan ditawari kesempatan kerja di berbagai kantor WadzPay secara global ketika mereka menyelesaikan pendidikan mereka. WadzPay juga meluncurkan program pemulihan bencana pada tahun 2018 untuk menawarkan dukungan dan layanan gratis ke semua peserta program pemulihan bencana.
Kali ini, WadzPay membantu lebih dari 100 masyarakat lokal. Bali dipilih karena sebagai destinasi wisata menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak secara ekonomi oleh pandemi Covid-19, yang membuat kunjungan wisatawan asing terhenti sejak Maret tahun lalu. Sejak saat itu, wisatawan asing tidak datang ke Bali lagi. Tingkat keterisian hotel terus turun setiap bulannya. Dampak ekonomi juga tidak hanya dirasakan oleh pemilik hotel atau manajer resort, tapi juga oleh karyawan dan masyarakat yang bekerja dalam rantai pasok industri pariwisata.
“Dalam program ini, kami juga melibatkan karyawan kami dalam membangun philanthropy lewat berbagai upaya pengembangan talenta dan berbagai kegiatan. Mereka yang berpartisipasi dalam kegiatan CSR termasuk tim WadzPay dari Indonesia dan beberapa sukarelawan dari komunitas. Kegiatan ini tetap dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19,” ungkap Anish Jain, Managing Director dan CEO WadzPay dalam keterangan tertulis kepada pers (30/09/2021.
Setelah program bantuan di Bali, WadzPay juga akan terus melaksanakan program serupa di India. Program bantuan ini masih fokus untuk mengurangi isu ketimpangan teknologi, pendidikan dan kelaparan. (AC)














