Penunjang bisnis Pertamina dan Tim Teknologi Informasi (TI) kantor pusat Pertamina membahas rencana perluasan digitalisasi di berbagai wilayah kerja hulu migas Pertamina dengan menggunakan praktik-praktik terbaik (best practices) di WK Rokan sebagai acuan.
Direktur Utama Pertamina Hulu Rokan, Jaffee A Suardin mengatakan dari berbagai KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) yang dikunjungi sejauh ini, belum ada fasilitas seperti Integrated Optimization Decision Support Center (IODSC) yang menerapkan digitalisasi begitu dalam.
“Praktik-praktik terbaik di IODSC bisa dikembangkan ke wilayah operasi Pertamina lainnya di luar WK Rokan,” ujarnya dalam keterangannya, 01/10/2021.
Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero) Dedi Sunardi mengatakan, pihaknya berharap keandalan fasilitas IODSC bisa diikuti oleh wilayah kerja hulu migas Pertamina lainnya.
Langkah strategis Pertamina dalam pengembangan teknologi digital merupakan upaya mengoptimalkan proses bisnis dengan teknologi mutakhir, memperkuat inovasi bisnis dan membangun kolaborasi guna mewujudkan operasi yang efisien.
“Sebagai tahap awal, kita mulai dengan WK lainnya di Regional 1 Sumatera. Saya harapkan hal tersebut diwujudkan dalam waktu dekat, setidaknya awal tahun depan,” tekad Dedi.
Rencana berikutnya, tim teknis TI Holding, Subholding Upstream Pertamina dan tim IODSC WK Rokan akan menyusun peta jalan (road map) untuk memperluas penerapan digitalisasi di Regional 1. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat standarisasi penerapan teknologi digital di sektor hulu migas Pertamina.
Baca: Hadirkan PICC, Pertamina Terus Kembangkan Inovasi Digitalisasi














